Sedot Animo Warga, Begini Cerita Dibalik Festival Budaya Pesona Gondanglegi
Peserta festival budaya Pesona Gondanglegi dengan busana yang elegan menyedot animo masyarakat tersendiri (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Festival budaya Pesona Gondanglegi yang menjadi event tahunan ternyata cukup menyedot animo masyarakat luas. Bahkan, ada yang rela menginap untuk menyaksikan parade karnaval akbar itu.

“Tadi malam sudah macet, karena ada warga dari Blitar ingin melihat cek sound system. Cek sound sampai jam 1 baru terurai. Iya, ada yang nginap, yang nginap dari Blitar,” ujar Camat Gondanglegi Tatok Irawanto, Kamis (20/12/2018).

Baca Juga  HMI Cabang Malang Ajak BLH Kab. Malang susun Konsep Pengelolaan Sampah

Jika melihat gelaran tahun-tahun sebelumnya, Pesona Gondanglegi mampu menyedot animo penonton hingga sekitar 50 ribu orang. Tahun ini, hal itu diperkirakan bisa kembali terulang.

“Biasanya siang bisa terlihat, tahun sebelumnya bisa sampai 50 ribu sekian. Mungkin lebih meriah sekarang,” sambungnya.

Pesona Gondanglegi saat ini memasuki tahun ke tujuh, tema utama yang diangkat adalah kebudayaan. Tatok mengatakan bahwa awalnya Pesona Gondanglegi hanya event karnaval yang diikuti peserta tiap gang atau kampung, namun seiring berjalannya waktu Pesona Gondanglegi mulai dikemas sedikit lebih menarik.

Baca Juga  PMI Kabupaten Malang Siap Kirim Tim Shelter dan Watsan ke Sulteng

“Mutunya, tampilannya lebih beda dari tahun-tahun lalu,” kata mantan Camat Gendangan itu.

Tatok juga menuturkan, digelarnya Pesona Gondanglegi itu banyak membawa manfaat bagi perputaran ekonomi di wilayahnya.

“Yang paling signifikan untuk orang jualan itu. Orangnya banyak, full laris manis. Dan untuk peserta karnaval itu mulai Januari itu sudah nabung, itu hebatnya orang-orang Gondanglegi. Jadi begitu digelar tanggal sekian, siap,” jelasnya.

Baca Juga  Kejuaraan Voli Putri Tiga Pilar, 4 Tim Melenggang Mulus ke Semifinal

Lebih jauh, Tatok menerangkan, setiap satu orang peserta Pesona Gondanglegi bisa menghabiskan dana hingga Rp 1 juta untuk membuat kostum dan beragam aksesorisnya.

“Satu orang Rp 1 juta. Sekarang hampir 100 orang-an setiap kelompok peserta. Kalau tahun-tahun lalu itu, satu kelompok bisa sampai 1.000 orang,” pungkasnya.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.