Dulu, Warga Hancurkan Bata Situs Sekaran untuk Bangun Rumah
Tumpukan bata situs Sekaran yang ditemukan di area proyek tol Pandaan-Malang tepatnya di Desa Sekarpuro Pakis@Dhimas Fikri/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Keberadaan Situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang secara tidak langsung telah bersinggungan dengan kehidupan warga setempat sejak lama.

Jauh sebelum membuat heboh seperti sekarang, ternyata ada sejumlah warga yang memanfaatkan struktur bata situs Sekaran sebagai bahan baku pembangunan rumah. Mereka beranggapan bahwa bata itu merupakan bata biasa.

“Memang masyarakat sudah mengetahui, adanya batu bata di sekitar sini. Masyarakat sudah lama mengetahui, sehingga mereka mengambil untuk bikin rumah dan semen merah,” ujar arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, belum lama ini.

Menurut alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, peristiwa itu mulai terjadi pada periode tahun 1960-an. Bahkan, ada berkeping-keping bata yang dimanfaatkan warga untuk membangun rumah.

“Sempat, berkubik-kubik. Dari tahun 60-an mungkin, 60-an 70-an,” jelasnya.

Masih kata Wicaksono, dampak dari ketidaktahuan warga yang memanfaatkan bata itu, kini struktur situs Sekaran menjadi tidak karuan, selain memang sudah termakan waktu.

“Beberapa komponen dari bata itu sendiri yang disini memang sudah berkurang karena aktivitas itu. Dan beberapa juga sudah teraduk oleh sawah, sama seperti ini kena bajak, sehingga agak morat-marit,” ungkapnya.

Pria yang sudah menjadi arkeolog hampir 13 tahun itu menyampaikan, meskipun lapisan atas Situs Sekaran sudah tidak karuan, namun masih ada harapan pada bagian bawahnya utuh.

“Diharapkan kita bisa temukan lapisan yang masih utuh. PR kita masih banyak, untuk membersihkan kita butuh pelan-pelan,” tandasnya. (Dhi/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.