Droul Deling Raup Puluhan Juta Setelah Kumpulkan Bambu
Droul Deling saat menunjukkan bambu unik koleksinya (Yoga)

MALANGTODAY.NET – Banyak orang yang menganggap bambu sebagai sesuatu yang biasa dan murahan. Namun di tangan Droul Deling, bambu menjadi bernilai tinggi secara ekonomi.

Hal itu tidak terlepas dari keuletannya dalam mengamati unsur seni yang ada pada bambu tersebut.

Hasil pencariannya selama sepuluh bulan, sudah berhasil mengumpulkan ribuan bambu dengan beragam jenis. Bahkan, beberapa di antaranya sudah laku terjual kepada para pecinta bambu yang dinilai unik itu.

“Sudah sepuluh bulan ini, saya sudah mendapatkan uang sekitar Rp 35 Juta – Rp 40 juta. Tapi pembelinya hanya orang tertentu saja yang paham keunikan bambu,” kata Droul Deling, yang mentasbihkan diri sebagai Pembolang Bambu Unik.

“Paling murah bambu lilit seharga Rp 1,5 juta, yang mahal bambu lilit petung berukuran besar yang mencapai Rp 18 juta,” katanya.

Pria asal Karangploso, Kabupaten Malang ini mengungkapkan, pembeli biasanya langsung melihat koleksinya di rumah. Jika berminat langsung membayar sesuai harga yang disepakati.

Para pembeli juga memesan jenis bambu tertentu yang diinginkan dan akan dibayar saat sudah diperoleh. Semakin sulit dicari, tentunya harga bambu tersebut akan semakin mahal.

“Kemarin ada juga yang minta dicarikan dulu. Mintanya bambu bercabang tujuh, setelah saya cari justru dapat yang cabangnya sembilan. Orangnya sampai heran, akhirnya juga dibeli,” ungkap pemilik galeri bambu di Jalan Menco 181, Karangploso, Kabupupaten Malang.

Aktivitas yang dilakukan Droul, juga mengundang perhatian dari Bupati Malang, Rendra Kresna yang memintanya untuk terus mengembangkan kreatifitasnya. Droul mendapat suntikan modal, bahkan dijanjikan membuat museum pribadi bambu unik.

“Bupati juga memberikan uang Rp 10 juta untuk operasional. Dari situ saya jadi termotivasi untuk mengembangkan usaha bambu unik ini. Beliau pun juga berniat bikin museum pribadi yang khusus bambu mengoleksi bambu unik,” bebernya.

Beragam jenis batu seperti petil lele dan pethung lilit yang langka. Sebagian besar didapatkannya di wilayah Kabupaten Malang.

Meskipun dianggap berkaitan dengan hal mistis, namun dirinya tidak pernah menggunakan ritual khusus dalam memotong bambu-bambu unik itu.

“Saya carinya ke Sumber Manjing dan Pakis, tapi kebanyakan di daerah saya sendiri. Kata pemiliknya ada yang bilang angker, tidak berani memotong. Karena niat Saya hanya cari bambu unik, ya akhirnya tak potong saja, jelasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here