Agus (baju Belang) Sedang Menjelaskan Produk Makanan Olahan Kepada Konsumen (dhimas)
Agus (baju belang) sedang menjelaskan produk makanan olahan kepada konsumen (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran sudah dikenal sejak lama karena komoditi buah salak yang melimpah.

Potensi komoditi buah salak yang melimpah tersebut saat ini sukses dikembangkan menjadi makanan olahan yang banyak disukai orang. Salah satu makanan olahan dari buah salak yaitu dodol yang pemasarannya bahkan sudah mencapai luar Pulau Jawa.

Salah satu pemilik usaha olahan salak, Agus Hari Purnomo menjelaskan diantara beberapa makanan olahan yang berbahan baku buah salak, dodol cukup laris manis di pasaran.

“Teksturnya lunak dan empuk. Penjualan dodol salak merambah pasaraan di Jakarta, Bandung dan Bali,” ujar Agus kepada MalangTODAY, Senin (21/8).

Agus yang juga memiliki toko oleh-oleh khas Desa Suwaru ini mengatakan jika ada 30 jenis produk makanan olahan yang dijualnya. Dari puluhan makanan olahan tersebut, ada 4 produk yang menjadi favorit yaitu kripik salak, manisan salak, bubuo kopi biji salak dan dodol salak.

“Harganya bervariasi, untuk keripik salak 80 ribu rupiah per bungkus, manisan salak 70 ribu rupiah, kopi bubuk biji salak 90 ribu rupiah dan dodol salak 100 ribu rupiah per bungkus,” imbuhnya.

Usaha yang dilakukan Agus tersebut selain mampu mempromosikan ikon Desa Suwaru yaitu buah salak, usaha olahan makanan salak tersebut juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini usaha yang dimiliki Agus mampu menampung 12 orang pekerja dari warga setempat.(mas/zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here