Kepala kadisbudpar Made Arya Wedhantara (tengah), Budayawan Yongki Irawan (dua dari kanan) @ MalangTODAY / Jazillatul Humda
Kepala kadisbudpar Made Arya Wedhantara (tengah), Budayawan Yongki Irawan (dua dari kanan) @ MalangTODAY / Jazillatul Humda

MALANGTODAY.NET Kawasan wisata pantai di sepanjang jalur lintas selatan (JLS) Malang merupakan tempat favorit bagi wisatawan. Baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan dari luar negeri.

Namun kawasan wisata ini diketahui memiliki masalah sampah yang serius. Hal tersebut disampaikan oleh seorang Traveller dalam acara Sinergi dalam Pembangunan Pariwisata Indonesia “wajah Malang di era industri pariwisata 4.0”.

BACA JUGA: Pekerjaan Rumah Besar, Bersihkan Pantai dari Sampah

Menanggapi hal tersebut kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang (Kadisbudpar) Made Arya Wedhantara, S.H menyampaikan bahwa sebenarnya selama ini pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembersihan pantai Malang Selatan.

“Memang sampah itu masalah yang luar biasa dan itu tidak hanya di Malang saja tapi juga di tempat lain di mana-mana itu sama, kami juga sudah beberapa kali melakukan upaya untuk membersihkan pantai seperti yang kamu lakukan dengan Malang surfing Association (MSA) sudah 8 kali bersih-bersih sampah di pantai,” paparnya beberapa waktu lalu.

Selain itu dilanjutkan oleh Made, Disbudpar juga menghimbau kepada pengelola untuk melengkapi fasilitas-fasilitas yang harus ada di tempat wisata tersebut.

BACA JUGA: 10 Pantai di Malang Selatan yang Cucok Buat Tahun Baruan

Tidak hanya itu budayawan sekaligus pendiri Kampung Djanti Padepokan, Yongki Irawan mengatakan bahwa untuk mengurangi sampah yang ada di tempat wisata penting bagi setiap individu untuk menaruh sampah pada tempatnya.

“Semua itu kembali pada diri sendiri, membangun mindset sendiri, juga masyarakat bagaimana membuang sampah pada tempat yang sudah ditentukan. Jadi bukan hanya menuding orang lain tapi dia mulai dari diri sendiri,” tegasnya.


Penulis: Jazilatul Humda
Editor: Ilham Musyafa

Loading...