Gepeng yang terjaring razia (Istimewa)

MALANGTODAY.NET– Dinas Sosial Kabupaten Malang kembali menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di beberapa titik di wilayah Kabupaten Malang. Razia ini dimulai pada hari Kamis kemarin hingga hari ini, Jumat (9/11/2018). Dari hasil razia gepeng ini petugas berhasil mengamankan sejumlah 44 gepeng.

“Kami telah melakukan razia selama dua hari ini, yaitu hari Kamis (8/11) dan berhasil menjaring 23 gepeng dan pada hari ini, Jumat (9/11) juga  berhasil menjaring sebanyak 21 gepeng,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, H. Nur Hasyim.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Bebas Riba Bersama Maxwin Organization

Puluhan gepeng tersebut terjaring razia ini dari beberapa wilayah Malang seperti kecamatan Lawang, Singosari, Bululawang, Pakisaji, dan Kepanjen. Untuk para gepeng yang terjaring langsung dibawa ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Malang, guna diberi pengarahan dan dilakukan pendataan atau berita acara.

H. Nur juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menertibkan dan meminimalisir keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ada di Kabupaten Malang.

“Untuk hari ini kami menyasar Kecamatan Kepanjen, khususnya tempat-tempat umum seperti pasar Sumedang, pasar Kepanjen dan Terminal Talangagung. Mereka yang terjaring akan didata dan diberinpengarahan, setelah itu baru dipulangkan ke rumah masing-masing,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga: Robby Darwis: Format Baru Piala AFF Memberikan Keuntungan Untuk Timnas

Dalam razia penertiban gepeng ini, tambah Hasyim, juga bertujuan untuk memberikan pelajaran bagi para gepeng agar tidak terus menerus menjadi pengemis dan memanfaatkan momen-momen tertentu. Kedepannya, pihak Dinsos akan rutin melakukan razia kepada para gepeng dalsm satu bulan sekali, dengan menggandeng Satpol PP Kabupaten Malang.

“Dalam razia ini kami juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memberi sumbangan dalam bentuk apapun kepada para gepeng,” pungkasnya.


Reporter: Andika Fajar Kurniawan
Editor     : Endra Kurniawan

Loading...