Ini Kata Bupati Malang Terkait Larangan Wisata Pulau Sempu
Keindahan Segara Anakan Pulau Sempu. (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Bupati Malang Rendra Kresna angkat bicara terkait munculnya wacana penurunan status Pulau Sempu dari Cagar Alam menjadi Taman Wisata Alam.

Rendra berharap agar wacana tersebut tidak direalisasikan. Namun disisi lain Rendra mempunyai anjuran untuk membuka akses Pulau Sempu dengan pembuatan jalan setapak.

“Di Pulau Sempu, untuk hutan konservasi akan tetap ada, dan tetap dibuka untuk wisatawan yang tidak merusak lingkungan dengan disediakan pendamping bagi wisatawan,” ungkap Rendra kepada awak media disela-sela acara OCD di Lawang, Kamis (7/9).

Lebih lanjut, Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa selama wisatawan tidak merusak alam di Pulau Sempu, maka kelestarian hutan yang ada akan tetap terjaga. Pernyataan Rendra tersebut seakan bertolak belakang dengan salah satu organisasi lingkungan hidup PROFAUNA Indonesia.

PROFAUNA menilai tekanan yang pada Pulau Sempu terlalu banyak. Seharusnya Pulau Sempu hanya digunakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Namun selama ini Pulau Sempu menjadi objek wisata yang bebas dikunjungi, apalagi dengan wacana penurunan status yang mengancam ekosistem di dalamnya.

“Ekosistem Pulau Sempu sangat lengkap sehingga ini menjadi miniatur yang bagus untuk belajar tentang alam. Fakta di lapangan, Pulau Sempu juga menjadi obyek wisata alam yang cukup ramai,” ujar Ketua PROFAUNA Indonesia, Rosek Nursahid dalam rilis yang diterima MalangTODAY.

Kawasan Cagar Alam Pulau Sempu ditetapkan berdasarkan SK GB Nomor 46 Stbl 1928 Nomor 69 tahun 1928 dengan luas 877 hektar. PROFAUNA Indonesia mencatat ada sebanyak terdapat lebih dari 90 spesies burung diantaranya adalah jenis-jenis langka dan dilindungi seperti Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Elang Hitam (Ictinaetus malayanesis) dan Rangkong Badak (Buceros rhinoceros).

Selain burung, Pulau Sempu juga menjadi habitat berbagai jenis mamalia yang dilindungi seperti lutung jawa (Trachypithecusauratus), jelarang (Ratufa Bicolor), kukang (Nyticebus sp) dan binturong (Arctictis binturong). Bahkan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang keberadaannya semakin langka juga ada di Pulau Sempu.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.