Puluhan Ibu Hamil di Situbondo Terjangkit HIV AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS ©Info Publik

MALANGTODAY.NET Jumlah pengidap virus mematikan HIV/AIDS di Kabupaten Malang setiap tahun terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang pun harus memutar otak untuk mencegah pengidap HIV/AIDS tidak bertambah.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, dr Ratih Maharani mengatakan, sejak tahun 2015 lalu Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinkes telah bekerjasama dengan Komisi Peduli AIDS (KPA). Dari kerjasama itu kemudian dijalankan program Warga Peduli AIDS (WPA).

“Kalau sebelumnya kita hanya di tempat prostitusi, kali ini mulai merambah ke desa-desa. Dari yang sebelumnya tidak teridentifikasi, akhirnya mereka semua mulai terlihat. Ya, wajar kalau tiap tahun mengalami peningkatan,” ujar Ratih, baru-baru ini.

Selain menjalankan program WPA, sosialisasi ke sekolah-sekolah juga rutin dilakukan Dinkes. Hal itu diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah tentang berbahayanya HIV/AIDS.

Anak-anak sekolah atau remaja dianggap rawan terjangkit virus HIV/AIDS lantaran mereka saat ini cenderung banyak yang terjerembab pada pergaulan bebas. Perilaku gonta-ganti pasangan dan berhubungan intim sebelum waktunya menjadi salah satu penyebab HIV/AIDS.

Tidak hanya anak-anak sekolah atau remaja, larangan untuk gonta-ganti pasangan tentu berlaku bagi orang dewasa.

“Selain menyediakan alat kontrasepsi gratis di Puskesmas, sekarang tiga Puskesmas di Turen, Ampelgading, dan juga Sitiarjo sudah ada klinik khusus untuk penanganan pasien AIDS,” terang Ratih.

Menurut Ratih, penyebaran HIV/AIDS ini begitu mobile. Misalnya, bila ada penekanan penyebaran di wilayah Utara, maka beberapa waktu kemudian hal itu berpindah dengan cepat ke wilayah Selatan. Hal tersebut juga telah dibuktikan Dinkes saat melakukan screening di 33 kecamatan. (DHI/HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.