Bupati Malang Rendra Kresna (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Polemik mengenai Sumber Air Wendit yang selama ini belum menemui titik terang, perlahan mulai ada kejelasan.

Hal tersebut diketahui setelah Bupati Malang, Rendra Kresna menerima sepucuk surat dari Wali Kota Malang, H M Anton terkait penyelesaian harga debit air antara Pemkab Malang dan PDAM Kota Malang. Rendra pun menyambut baik dengan apa yang dilakukan pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut.

“Saya kemarin nerima surat dari Pak Wali Kota Malang, suratnya isinya pada prinsipnya Pemerintah Kota mengapresiasi dan memahami tentang aspirasi yang berkembang. Oleh karena itu Pak Wali Kota meminta waktu dan tempat untuk kemudian bermusyawarah yang akan dipimpin oleh Sekda-nya,” ujar Rendra kepada awak media di Pendopo Panji Kabupaten Malang, Selasa (15/8).

Ditanya mengenai kapan tepatnya waktu musyawarah tersebut, Rendra belum bisa memastikan. Namun, yang pasti ia akan mengutus perwakilan Pemkab Malang dalam hal ini Sekda dan juga DPRD Kabupaten Malang.

“Ya tergantung nanti, nanti dari Pemerintah Kabupaten Malang saya akan perintahkan Pak Sekda bersama dengan DPRD, untuk kemudian menentukan waktu dan tempatnya sehingga segera cair persoalan yang ada,” imbuhnya.

Rendra juga menjelaskan jika sudah dilakukan pertemuan antara Pemkab Malang dan Pemkot Malang, harapannya bisa tercapai sebuah kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemkab Malang juga tetap akan meminta kontribusi yang wajar terkait Sumber Air Wendit.

“Disitulah pentingnya bertemu dan bermusyawarah, berapa besarannya sekali lagi sebagaimana saya sering sampaikan tidak pernah ada keinginan dari Pemkab Malang itu untuk berbuat diluar kewajaran, nah kita bicarakannya secara wajar karena peruntukannya kembali lagi untuk masalah penguatan lingkungan, menjaga kelestarian hutan sehingga sumber itu tetap kita pertahanankan,” jelasnya.(mas/zuk)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.