Bukan Majapahit, Arkeolog Asumsikan Situs Sekaran Peninggalan Singhasari
Situs Sekaran di Sekarpuro Pakis yang sedang dalam proses penggalian @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Teka-teki mengenai asal situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang masih simpang-siur. Ada yang menyebut jika situs itu diduga peninggalan Majapahit.

Versi tim arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur sedikit berbeda, setelah dilakukan ekskavasi atau penggalian selama hampir dua pekan. Arkeolog meyakini, bahwa situs Sekaran diduga kuat merupakan peninggalan era Singhasari.

Hal itu ditegaskan salah satu arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, saat ditemui di lokasi ekskavasi situs Sekaran, Rabu (20/3/2019).

“Sampai hari ini, kami meyakini bahwa ini tinggalan dari Singhasari. Interpretasi (tafsiran) ini dari mata uang yang ditemukan di area sekitar sini, itu di dominasi oleh dinasti Song. Song itu sendiri kan mulai abad 10 sampai abad ke 14. Selain dari mata uang kepeng, kita lihat juga dari temuan-temuan di sekitar sini ada porselin ya, itu dari masa Song juga,” jelas Wicaksono.

“Kemudian juga dari struktur bata ini, yang lebih besar dari era Majapahit. Dengan analogi bahwa biasanya masa Kediri itu lebih besar, daripada era Majapahit. Jadi masa Kediri sebelum Majapahit itu lebih besar, masa Singhasari pun begitu. Masa Majapahit lebih mengecil, dan kemudian masa (kerajaan) Islam lebih mengecil lagi,” sambungnya.

Tiga Temuan

Masih dijelaskan alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini, berdasarkan analogi perbandingan bata itulah ditambah temuan mata uang dan porselin, sementara ini tim arkeolog dapat mengasumsikan situs tersebut merupakan tinggalan era Singhasari.

Sebelumnya, Wicaksono menyebutkan, ada tiga temuan awal yang sudah tersingkap pada situs Sekaran. Salah satunya adalah gerbang, yang diyakini bergaya arsitektur paduraksa.

“Sementara ini ada tiga. Temuan awal sudah kita singkap, kita yakini sementara ini, ini bagian dari gapura atau pintu masuk, gerbang. Ini tipe paduraksa. Ini ada tangga, tapi sayang sekali rusak karena bego ya. Terus kemudian ke arah Barat, kita temukan struktur, kita sebut semacam altar begitu ya. Kemudian di Selatan struktur altar itu ada bangunan lain yang kita sampai sekarang belum tahu itu apa,” kata Wicaksono. (DHI/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.