Hasan Abadi SAg MAP (lima dari kanan berjas) usai menjalani promosi doktor di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sejak hari ini Hasan resmi menyandang gelar doktor (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Butuh waktu yang cukup lama bagi Hasan Abadi SAg MAP untuk menyelesaikan studi di Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan majelis penguji, Rektor Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang itu resmi menyandang gelar doktor mulai hari ini, Selasa (29/1/2019). Hasan menyelesaikan disertasinya setelah 8 tahun melakukan penelitian.

Dalam disertasinya, Hasan memilih melakukan penelitian tentang kepemimpinan pelayan atau servant leadership. Sosok yang dipilih Hasan dalam penelitian itu adalah Mursyid (pemimpin) Thoriqoh Shiddiqiyyah, Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi asal Ploso, Jombang.

Hasan menjelaskan, servant leadership merupakan salah satu teori kepemimpinan mutakhir. Menurutnya, masih belum banyak ahli atau pakar yang membahas dan melakukan penelitian, terlebih dalam ranah pendidikan Islam.

“Terkait dengan hal tersebut, saya tertarik untuk meneliti tema terkait dengan servant leadership, yang saya hubungkan dengan kepemimpinan Kiai Thoriqoh. Dalam penelitian ini, saya sebagai peneliti mengambil studi kasus kepemimpinan pelayan kiai Muchtarulloh  Al Mujtaba,” kata Hasan.

Hasan juga menerangkan, dalam penelitiannya kali ini dirinya menemukan teori yang diberi nama ‘Servant Leadership Based Islamic Spirituallity‘ atau teori kepemimpinan pelayan yang berbasis spiritualitas Islam.

“Dalam penelitian ini ada 3 karakteristik yang dikembangkan. Disamping pemimpin adalah pelayan bagi komunitasnya, juga ada tambahan pemimpin pelayan yang berbasis Islam. Harus punya karakter humble (sopan atau rendah hati), mampu membangun networking (jaringan atau silaturahmi), bersedia sharing (berbagi atau shodaqah). Karakter ini di Shiddiqiyah disebut 3S, santun, silaturahmi, shodaqah,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Malang itu.

Lanjut Hasan, untuk menguatkan teori kepelayanan, ada 3 konsepsi yang dibangun. Diantaranya pelayanan keimanan atau spirituallity, pelayanan kemanusiaan atau humanity dan terakhir pelayanan kealaman  atau universality.

“Di Shiddiqiyah dikenal dengan SANTRI. San dari insan, dan Tri dari bahasa sansekerta yang berarti tiga pelayanan,” tandasnya. (Dhi/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.