Potongan Tangan Ditemukan di Lokasi Carok Sampang
Ilustrasi perkelahian (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Berawal dari masalah sepele, empat orang warga terlibat adu carok, hingga keempatnya mangalami luka berat. Masing-masing adalah SG, YD, GSN dan MY warga Desa Sekarbanyu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang berkelahi dengan menggunakan senjatan tajam. Mereka adu carok hanya karena adu pandangan di sebuah acara.

Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Agus Murdianto menceritakan, perkelahian dua keluarga itu terjadi pada Sabtu (18/02). Awalnya dari saling pandang saat kontes miniatur truk yang digelar di Balai Desa setempat.

“Di sana kan kalau akhir pekan diadakan kontes miniatur truk di Balai Desa. YD sedang berdiri di depan Balai Desa, lalu lewat GSN. Mereka saling pandang,” ujar AKP Agus Murdianto, Senin (20/2).

Agus menambahkan, bahwa GSN tidak terima dipandangi YD dan terjadilah cekcok yang berujung perkelahian. Namun tidak berlangsung lama, karena bisa dilerai oleh Kepala Desa, Suwaji, dan warga lainnya.

Selanjutnya setelah situasi mereda, GSN pulang dan SG (anak GSN) tidak terima atas perlakuan YD pada orangtuanya. SG kemudian mendatangi rumah YD dengan membawa sebilah clurit.

“Anak GSN tidak terima, lalu pergi ke rumah YD dengan membawa clurit.” tambahnya.

Karena tidak menemukan YD, SG kembali ke rumah dan masih terus penasaran. Ia kembali mendatangi rumah YD, dan kali ini ditemani oleh ayahnya, GSN.

Gayung bersambut, YD berada di rumah dan sudah bersiap-siap. Karena, sebelumnya telah diberitahu bahwa SG datang ke rumahnya dengan membawa sebilah clurit.

Akhirnya perkelahian pun tidak terelakan antara GSN dan SG menghadapi YD yang juga dibantu oleh saudaranya, MY.

Hingga berita ini diturunkan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here