Beragam Kiat Selamatkan Situs Sekaran, Mulai Museum hingga Geser Tol
Situs Sekaran yang ditemukan di area proyek tol Pandaan-Malang tepatnya di Desa Sekarpuro Pakis @Dhimas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Beragam skema telah dirancang dalam upaya menyelamatkan dan melindungi situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Pihak-pihak terkait telah mencetuskan berbagai ide demi situs Sekaran. Mulai dari pembangunan pagar pembatas, atap pelindung, pergeseran proyek jalan tol hingga pembuatan museum.

Pagar pembatas sendiri dibangun dengan tujuan agar masyarakat tidak sembarang memasuki area situs, yang dikhawatirkan dapat merusak situs itu sendiri. Sedangkan atap berfungsi melindungi situs dari panas dan hujan, karena seperti diketahui situs itu terdiri dari struktur bata yang cukup rentan.

“Karena ini situsnya terbuat dari bata, yang rentan oleh panas dan hujan, kita minta PT Jasa Marga untuk buat atap pelindung dan alhamdulilah kemarin disanggupi. Terus, kemudian nanti dari desa akan memberi pagar keliling sementara dari bambu,” kata Arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, baru-baru ini.

Terpisah, General Manager Teknik PT Jasa Marga Pandaan-Malang, M Jajuli menyampaikan bahwa selain proyek pengerjaan tol di seksi V tepatnya kilometer 37 mengalami pergeseran, pihaknya juga menghentikan sementara kegiatan di kilometer tersebut.

Tidak hanya menggeser pembangunan jalan tol, demi menyelamatkan situs itu, bahkan ada wacana untuk dibuat jalan layang. Namun mengenai hal tersebut, Jajuli mengatakan akan ditinjau terlebih dahulu.

“Jenis kontruksinya nanti akan kita lihat. Apa on grid atau dibawah ini, atau semacam flyover itu. Nanti lihat kontruksinya itu, kita pelajari dulu,” ujar Jajuli.

Di sisi lain, selain berbagai skema diatas, Pemerintah Desa Sekarpuro pun memiliki gagasan tersendiri. Mereka berencana membuat museum untuk menampung benda-benda yang ditemukan warga dari situs Sekaran.

“Nantinya kami ingin membuat museum. Untuk sementara akan menggunakan ruangan di sebelah aula, untuk menyimpan barang-barang yang ditemukan warga ini. Tapi jika tidak muat bisa menggunakan aula,” ucap Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto. (DHI/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.