Deni Menunjukkan Bukti Surat Tilang Yang Diterimanya (dhimas)
Deni Menunjukkan Bukti Surat Tilang Yang Diterimanya (dhimas)

MALANGTODAY.NET – Memasuki hari ke sembilan Operasi Zebra Semeru 2017, Polres Malang menggelar razia di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, Kamis (9/11). Dalam razia ini petugas dari Satlantas Polres Malang harus adu argumen dengan salah seorang pengemudi mobil mewah yang enggan ditilang.

Mobil mewah jenis sedan, Toyota Camry dengan nomor polisi N 915 AB itu diketahui belum membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan dikemudikan oleh Deni warga Kecamatan Tumpang. Pemilik kendaraan menunggak pajak sejak tahun 2015.

“Dalam argumen saya, di Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tidak disebutkan bahwa pelanggaran pajak itu tidak termasuk pelangaran pidana, maupun di peraturan pemerintah tidak disebutkan seperti itu,” sanggah Deni.

Deni menambahkan dalam masalahnya, petugas kepolisian berpendapat jika itu termasuk dalam pelanggaran pidana karena belum membayar pajak kendaraan. Deni pun enggan menandatangi surat tilang, karena dirinya menganggap itu tidak berdasar.

“Harusnya ada sinkronisasi antara peraturan dan penerapan, disini kan belum ada aturan yang secara eksplisit menyebutkan ketika telat membayar pajak akan kena tilang. Tetapi polisi menganggap itu sebagai pelanggaran, harusnya bukan urusan dari pihak kepolisian, namun dinas pajak,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha Satlantas Polres Malang, Ipda Ahmad Taufik Syafiudin menegaskan bahwa terlambatnya pembayaran pajak memang bukan pelanggaran pidana. Namun, ada spesifikasi lain yang membuat seseorang bisa ditindak dengan surat tilang karena belum membayar pajak kendaraan.

“Kalau telat membayar pajak memang bukan pelanggaran pidana, namun STNK yang di dalamnya tercantum notice pajak kendaraan bermotor yang harus dibayar kan tidak ada stempel, artinya STNK tersebut tidak sah. Dan ini melanggar Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, mengenai kelengkapan surat kendaraan bermotor. Masalahnya tadi seperti itu jadi ada perbedaan persepsi, antara petugas dan yang besangkutan,” jelas mantan Kasubbag Polres Malang itu.(mas/zuk)

Loading...