Situs Sekaran yang ditemukan di area proyek tol Pandaan-Malang tepatnya di Desa Sekarpuro Pakis (Dhimas)
Situs Sekaran yang ditemukan di area proyek tol Pandaan-Malang tepatnya di Desa Sekarpuro Pakis (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Sejak era kolonial ternyata belum ada referensi apapun yang menyebutkan tentang keberadaan atau lokasi situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Bahkan pada dua buku kenamaan terbitan Belanda yang seringkali dijadikan referensi oleh para arkeolog untuk mencari tahu kebenaran mengenai situs kepurbakalaan, tidak ditemukan apapun soal situs Sekaran.

“Saya melihat lagi literatur dari Belanda, biasanya kan Belanda. Sayangnya tidak ditemukan. Belanda jadi tidak mendeteksi keberadaan ini (situs Sekaran), baik buku OV maupun OD yang terbitan Belanda, ini tidak disebut,” kata arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, baru-baru ini.

Buku OV dan OD yang dimaksud Wicaksono merujuk pada buku laporan kepurbakalaan atau Rapporten van den Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie tahun 1915 (ROD) dan Oudheidkundige Verslag (OV). Buku itu mayoritas berisi tentang catatan-catatan detail hasil inventarisasi kepurbakalaan.

Di dalam buku itu, tercantum identitas dari hasil inventarisasi seperti nama benda, bangunan, maupun situs, asal, lokasi benda temuan, dan deskripsi fisik. Sampai sekarang, data-data dari buku tersebut masih digunakan untuk pembanding dan acuan.

“Ini yang agak aneh, kenapa, biasanya Belanda cepat sekali mengidentifikasi tinggalan tinggalan purbakala yang ada di Jawa khususnya, Jawa-Bali khususnya, entah kenapa ini tidak di dalam database mereka,” terang Wicaksono.

Sebelumnya, situs Sekaran yang berada di area kilometer 37 seksi V proyek Tol Pandaan-Malang menjadi temuan yang cukup menghebohkan di awal tahun ini. Tim arkeolog dari BPCB Trowulan yang melakukan ekskavasi atau penggalian di situs Sekaran pun awalnya tidak menduga jika bentangan situs itu cukup luas.

“Di awal tahun ini kita dihebohkan dengan temuan ini, yang dugaan awal mungkin bentangan hanya kecil. Ternyata cukup luas. Dan ini kemungkinan masih berlanjut ke arah Barat,” tutur Wicaksono. (DHI/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.