Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva @DhimasMalangTODAYnet
Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva @Dhimas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Bawaslu Kabupaten Malang menyambut baik kehadiran Satgas Anti Money Politic untuk turut serta mencegah praktek kotor pada pelaksanaan Pemilu 2019 nanti.

Hal itu dituturkan Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva. Menurutnya, hadirnya Satgas ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan aparat, baik Polri maupun TNI, untuk ikut menyukseskan Pemilu.

“Mengingat kami juga tidak punya intelijen, kami juga tidak punya kewenangan untuk menangkap, bertindak dan menyita. Oleh karena itu dalam hal ini peran kepolisian sangat membantu kita,” ujar George, Selasa (9/4/2019).

Satgas Anti Money Politic itu nantinya, kata George, akan bertugas berdampingan dengan pengawas yang berasal dari Bawaslu. Bawaslu sendiri telah menyiapkan sebanyak 8.409 pengawas, yang akan disebar di setiap TPS di Kabupaten Malang.

Selain itu, George menuturkan, ada sejumlah faktor kenapa politik uang bisa muncul. Beberapa faktor yang menjadi sebab diantaranya, pengaruh caleg, topografi, kultur budaya, serta lokasi TPS yang jauh dari pemukiman.

“TPS yang letaknya jauh dari pemukiman rawan terjadi money politic. Dari indikator seperti itulah kami berusaha untuk mencegah terjadinya praktik money politic,” tegasnya.

Jika Satgas Anti Money Politic masih akan melakukan pemetaan titik rawan politik uang, maka Bawaslu sudah bekerja. Diungkapkan George, dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang, ada sekitar 13 kecamatan yang rawan.

“Beberapa diantaranya adalah Singosari, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Pagak, dan Gondanglegi,” tukasnya. (DHI/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.