Angka Kematian Bayi di Kabupaten Malang Tinggi, Ini Sebabnya
Ilustrasi bayi @Instagram

MALANGTODAY.NET – Angka kematian bayi di Kabupaten Malang terbilang masih cukup tinggi. Ada sejumlah penyebab tingginya angka kematian bayi tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr Ratih Maharani menjelaskan, penyebab tingginya kematian bayi tersebut lantaran mayoritas masyarakat masih belum tanggap saat-saat menjelang melahirkan.

“Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu masih adanya kasus kegawatdaruratan bayi baru lahir yang dirujuk ke fasilitas kesehatan yang belum mempunyai peralatan, adanya kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, dan masih adanya persalinan yang ditolong oleh dukun,” kata Ratih, Kamis (28/3/2019).

Menilik data dari laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Malang tahun, tercatat pada 2017 angka kematian bayi mencapai 1,61 persen. Kemudian naik menjadi 2,08 persen pada 2018.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang pun tidak henti-hentinya melakukan upaya-upaya preventif. Selain menjalankan program-program yang dianggap jitu untuk menekan angka kematian bayi, evaluasi pun terus dilakukan.

“Kami akan memperbaiki sistem rujukan bidan sesuai diagnosa ke rumah sakit yang memiliki peralatan, SDM juga dibutuhkan untuk penanganan kegawatdaruratan,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Ratih, ada berbagai hal yang memang perlu ditingkatkan untuk menekan angka kematian bayi ke depannya. Salah satunya melalui kegiatan Posyandu.

“Dengan begitu, dapat memperbaiki gizi ibu hamil, dan mengurangi angka kematian bayi tersebut,” tandasnya. (DHI/sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.