Alami Metamorfosa, Ini Cara Kantor Pos Hadapi Era Digital
Aplikasi 'Kantor Pos Malang Raya' yang baru saja diluncurkan untuk menjawab perkembangan pasar di era digital ini (Dhimas)

MALANGTODAY.NET – Seiring dengan informasi, komunikasi dan teknologi yang terus berkembang membuat Pos Indonesia juga ambil bagian agar tidak tergerus zaman. Sejak kantor pos pertama didirikan di Jakarta pada tahun 1746, Pos Indonesia sudah banyak mengalami metamorfosa.

Kepala Kantor Pos Indonesia Malang, Agus Aribowo tidak menyangkal bila peran Pos Indonesia saat ini sudah banyak mengalami perubahan. Menurut Agus, Pos Indonesia berubah kearah yang lebih baik setiap harinya.

“Fungsi pos saat ini sudah mengalami pergeseran. Kebutuhan yang dulu orang datang ke kantor pos, sekarang berbalik didatangi,” kata Agus, belum lama ini.

Baca Juga: Kalah di Lamongan, Singo Edan Terancam Dekati Zona Merah

Lebih rinci dari kutipan Agus diatas, jika dulu masyarakat harus datang ke kantor pos terlebih dahulu untuk mengirim paket, sekarang hal itu lebih mudah karena petugas kantor pos bisa menjemput paket langsung ke rumah warga.

Terlebih lagi, baru-baru ini Kantor Pos Indonesia Malang juga meluncurkan aplikasi di Google Playstore ‘Kantor Pos Malang Raya’ yang memudahkan masyarakat untuk menikmati layanan gratis jemput kiriman kapan saja dimana saja.

“Di Jawa Timur, khususnya di Malang, boleh berbangga dari 28 kantor pos besar, Malang ada diantaranya masih jadi pioneer,” tambahnya.

Baca Juga: Resmi! UMK Jatim 2019 Ditetapkan, Cek di Sini Apakah Upahmu Sudah Sesuai

Makin menjamurnya perusahaan ekspedisi swasta juga menjadi salah satu faktor penyebab Pos Indonesia mengalami banyak perubahan. Jika tidak mengikuti perkembangan pasar yang makin modern, konsekuensi yang didapat Pos Indonesia bisa saja sampai gulung tikar.

“Lebih banyak kantor pos di Kabupaten Malang, mulai ujung Utara Kasembon, Sumawe, sampai Ampelgading, semua sudah terhubung secara online. Jadi, kemampuan kami dalam jaringan virtual telah teruji. Layanan PT Pos Indonesia ini sudah 100 persen bebasis teknologi, sehingga tidak perlu ragu lagi menggunakan jasa Pos Indonesia,” pungkas Agus.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Swara Mardika

Loading...