Salah satu sudut area persawahan yang ada di Kabupaten Malang@Dhimas Fikri/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Meningkatnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang berdampak pada lahan pertanian produktif yang kian menyusut.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada tahun 2017 luas lahan produktif berada pada angka 45.888 hektar. Namun, memasuki tahun 2018 ini, menurut data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan alias DTPHP, jumlah tersebut mengalami penyusutan.

Baca Juga: Pengurus Baru Dilantik, Ini Target Forki Kota Malang

Beberapa hal yang membuat adanya penyusutan lahan produktif tersebut. Antara lain seperti pembangunan kawasan perumahan, pembangunan kawasan industri, dan pembangunan infrastruktur jalan. Hal itu disampaikan Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Budiar Anwar, belum lama ini.

“Pengalihan fungsi lahan tersebut seperti untuk mendirikan rumah hingga dibuat fasilitas umum, salah satunya adalah untuk pembangunan jalan tol Pandaan-Malang,” ujar Budiar.

Mantan Kabag Humas Pemkab Malang itu menambahkan, untuk menghitung dan mendata lahan produktif yang saat ini ada di Kabupaten Malang, ada tim khusus yang dibentuk. Tim tersebut yaitu Tim Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Tim itu beranggotakan DTPHP, Badan Pendapatan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, Dinas Pertanahan, dan Dinas Penanaman Modal Layanan Terpadu Satu Pintu. Adapun leading sector dalam tim tersebut yaitu Bappeda Kabupaten Malang.

Baca Juga: Menghadapi Musim Politik, Ini Himbauan Ketua PWNU Jatim

“Jika berdasarkan data yang ada, luas lahan persawahan 190.351 hektar, sedangkan luas lahan non sawah ada 130.323 hektar,” terang Budiar.

Meskipun ada penyusutan lahan produktif, hingga bulan November ini, DTPHP mencatat produksi padi mengalami kenaikan menjadi 72.130 ton. Pada tahun lalu, produksi padi di Kabupaten Malang mencapai 71.908 ton.


Reporter: Dhimas Fikri
Editor    : Endra Kurniawan

Loading...