Situs Sekaran di Sekarpuro Pakis yang sedang dalam proses penggalian @Dhimas/MalangTODAY.net
Situs Sekaran di Sekarpuro Pakis yang sedang dalam proses penggalian @Dhimas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Sejumlah warga di sekitar situs Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang diketahui sering menemukan benda-benda kuno.

Tidak jarang, mereka menyimpan benda yang ditemukan tersebut. Kini, benda-benda yang ditemukan dan disimpan warga itu coba dikumpulkan kembali.

Menurut salah satu arkeolog dari Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, warga yang mengambil benda-benda tersebut telah dikumpulkan dan dilakukan pendataan beberapa waktu lalu.

“Kemarin 12 Maret sudah kita data, kita sudah sosialisasikan. Jadi Muspika, Kepala Desa Sekarpuro, terus Kepala (BPCB) kami, mensosialisasikan kepada warga yang penemu maupun warga (tidak menemukan), dan mereka membawa beberapa temuan. Alhamdulillah setelah itu, ada banyak warga yang melaporkan temuan-temuan lanjutan, yang mereka temukan disini,” ujar Wicaksono, Rabu (20/3/2019).

Rencananya, warga yang menemukan benda-benda di situs Sekaran akan kembali dikumpulkan malam ini. Tujuannya, agar diketahui benda-benda yang benar dari situs Sekaran atau bukan.

“Para penemu akan dikumpulkan, nanti dipilah-pilah, mana benda yang cagar budaya, mana yang tidak. Terus mana yang akan diberikan kompensasi, mana yang tidak,” urainya.

Pria yang sudah menjadi arkeolog hampir 13 tahun ini menambahkan, kompensasi diberikan paling gampang berpatokan pada harga di kolektor.

“Ngitungnya paling gampang kan kita dari pasaran di kolektor. Misalnya, uang kepeng itu berapa sih di pasaran antik. Terus nanti kita tambahkan nilai sejarah, dan kejujuran. Dia melaporkan itu sudah kita hargai. Dan itu tentu kita akan beri harga diatas harga kolektor,” jelasnya.

Dana kompensasi itu sendiri nantinya akan diberikan oleh Pemerintah Desa Sekarpuro. Rencananya, mereka ingin benda-benda kuno itu ditempatkan di tempatnya sebagai pajangan. Bahkan, akan dibuatkan museum tersendiri.

“Akan diganti kompensasi oleh desa. Desa ingin menjadikan, memajang itu sebagai museum. Niatannya begitu. Tapi yang harganya lebih tinggi nanti akan dikoordinasikan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, punya anggarannya nggak, kalau nggak ya kami (BPCB),” tukasnya. (DHI/AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.