harga BBM, Jangan Hanya Protes, Ketahui 7 Alasan Logis Mengapa BBM Itu Mahal di Indonesia
Ilustrasi BBM (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Awal bulan Juli 2018 disambut dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, tercatat BBM telah mengalami kenaikan sebanyak 6 kali.

PT Pertamina (Persero) yang merupakan distributor tunggal BBM di Indonesia berulang kali mengatakan bahwa kenaikan harga BBM sudah dikaji secara mendalam dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Mengesampingkan harga BBM yang semakin naik, pertanyaan sebenarnya adalah apa yang membuat BBM di Indonesia dihargai cukup mahal. Berikut alasan logis terkait harga BBM di Indonesia yang cenderung mahal yang berhasil MalangTODAY rangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: Simple Tapi Mahal, Segini Harga Cincin Tunangan Tasya Kamila!

1. Kenaikan Harga Minyak Dunia

Ilustrasi harga minyak dunia@AFP/PHOTO PHILIPPE HUGUEN

Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya angka permintaan BBM di Indonesia. Perlu diketahui bahwa Indonesia masih mengimpor minyak mentah.

Pemerintah tengah berupaya menemukan formula baru dalam menangani ketidakseimbangan antara harga minyak mentah dunia dengan yang diberlakukan di Indonesia. Kabarnya, Indonesia tengah mengembangkan formula yang bernama ICP (Indonesian Crude Price) yang bertujuan untuk mengoptimalkan penerimaan negara, efisiensi subsidi energi, dan meningkatkan produksi minyak nasional.

2. Stok Nasional BBM Ditanggung Oleh Lembaga Penyalur

Ilustrasi penyaluran BBM (Istimewa)

Jika kita sering bertanya-tanya mengapa harga BBM di luar negeri lebih murah di Indonesia, mungkin ini bisa jadi jawaban.

Menurut Pertamina, harga mahal BBM Indonesia disebabkan oleh keberadaan Pertamina sebagai satu-satunya lembaga penyalur yang menanggung stok BBM nasional. Adapun di negara lain seperti Malaysia dan Amerika Serikat, harga BBM cenderung murah karena pemerintah ikut menanggung stok BBM nasional.

3. Pengenaan Pajak pada BBM

Ilustarsi pajak BBM (Istimewa)

Masih menurut Pertamina, alasan lain yang membuat BBM di Indonesia mahal adalah adanya pajak yang diberlakukan pada BBM, yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

4. Nilai Tukar Dolar Terhadap Rupiah yang Menguat

Ilustrasi nilai tukar rupiah (Istimewa)

Alasan lain yang menyebabkan BBM naik adalah menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah. Saat ini, nilai tukar dolar menguat 73 poin di Rp 14.331 per dollar AS. Sedangkan rupiah belakangan ini makin melemah ke level Rp 14.349 per dollar AS.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Bowo Alpenliebe yang Ngehits Lewat Tik Tok

5. Pengaruh Supply dan Demand

Ilustrasi supply demand (Istimewa)

Hal lain yang memengaruhi harga BBM di Indonesia adalah jumlah permintaan dan penawaran. Tercatat, tidak semua wilayah di Indonesia mengalami kenaikan tinggi karena penentuan kenaikan harga juga memandang konsumsi dan daya beli penduduk wilayah tersebut.

Jika konsumsi dan daya beli tinggi, maka harga BBM akan dinaikkan dengan tujuan mengurangi konsumsi dan daya beli. Sebaliknya, jika konsumsi dan daya beli rendah, maka harga BBM akan diturunkan guna meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat.

Lalu, mengapa permintaan BBM bisa begitu tinggi?

6. Gengsi Tinggi dengan Memiliki Kendaraan

Ilustrasi mobil mewah (Istimewa)

Poin ini lebih cenderung pada aspek sosial yang memengaruhi kenaikan harga BBM. Jika dirunut secara logika, kenaikan harga BBM dipicu oleh daya beli masyarakat yang tinggi terhadap BBM. Lalu bagaimana bisa daya beli masyarakat menjadi tinggi?

Salah satu penyebabnya adalah ada kecenderungan bagi masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor sebagai upaya sekedar menunjukkan gengsi dan kelas sosialnya, bulan karena kebutuhan. Tak jarang, beberapa diantaranya membeli kendaraan bermotor yang alasannya sebatas hobi, bukan karena benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Awas Merinding, Kembalinya Nining yang Masih Menyisakan Banyak Misteri

7. Kebiasaan Instan

Ilustarsi pengolahan minyak mentah (Istimewa)

Jangan juga membandingkan dengan harga BBM di luar negeri. Selain sistem yang membuat BBM murah, ada satu kebiasaan yang kerap dilakukan masyarakat luar negeri untuk menghindari konsumsi BBM berlebih.

Salah satunya adalah dengan membiasakan diri berjalan kaki alih-alih memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk perjalanan jarak dekat. Adapun untuk perjalanan jarak jauh biasa menggunakan alat transportasi umum daripada menggunakan kendaraan pribadi.

Kebiasaan ini yang rasanya perlu diterapkan di Indonesia guna mengatasi kenaikan harga BBM yang semakin tinggi. Kebijakan dan sistem memang dibutuhkan untuk membantu pengalokasian dan penggunaan BBM, akan tetapi alangkah baiknya jika perubahan dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri mengurangi konsumsi hal-hal yang sebenarnya bisa dipangkas.


Reporter: Radea Hafidh Rakata Iskandar
Editor: Endra Kurniawan

Loading...