dok. Moh. arief

MALANGTODAY.NET – Rumit dan lambatnya pengurusan e-KTP yang dialami beberapa warga mengundang kemarahan dari pengasuh Pesantren Rakyat, Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Abdullah Sam. Setelah kemarin menumpahkan kekesalannya melalui beberapa media, hari ini ia kembali mengeluarkan pernyataan yang lebih keras terkait terhambatnya ia memiliki identitas penduduk.

Sebagai bentuk  kekecewaannya ia bersama warga Kabupaten Malang mengancam akan melakukan demontrasi di kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang. Ia menilai alasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Malang yang menyatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kehabisan material e-KTP dinilai akal-akalan.

Sebab menurutnya justru sebelumnya Kementerian Dalam Negeri yang mengancam warga untuk segera memiliki e-KTP. Sebab, kalau tidak maka warga yang bersangkutan akan mengalami kesulitan dan hambatan pada banyak urusan administrasinya, bahkan terancam tidak bisa menikah di KUA.

“Kami akan demo besar-besaran sebagai bentuk protes karena tidak maksimalnya pelayanan dan adanya indikasi percaloan dan pungutan liar dalam pengurusan e-KTP,” ujar pria sederhana ini kepada sejumlah media, Kamis (13/10).

Baginya sangat tidak masuk akal Alasannya tidak masuk akal. Bagaimana bisa pengelolaan negara yang bisa kerepotan hanya dalam urusan membeli material e-KTP.

Ia juga menuding adanya kecerobohan oknum petugas di Dispendukcapil, ditambah lagi adanya pungutan liar dan calo yang menghambat proses pengurusan e-KTP.  Untuk itu ia ingin mengetuk hati Bupati Malang Rendra Kresna ikut menyelesaikan persoalan ini.

Langkah demonstrasi menurutnya terpaksa ia lakukan, karena prihatin terhadap nasib rakyat yang diombang-ambing dalam memenuhi kebutuhan administrasinya. Apalagi mengingat secara geografis Kabupaten Malang sangat  luas, yang untuk kebutuhan pengurusan e-KTP saja harus bolak-balik ke kantor Dispendukcapil di Kepanjen, yang bisa jadi berjarak 50 kilometer dari tempat tinggalnya.

Sebelumnya ia akan menunggu respon dari Anggota DPRD Kabupaten Malang, Jika tidak ada perubahan dia akan mengerahkan massa untuk menggelar aksi.

 

Berikan tanggapan Anda