MALANGTODAY.NET – Tak hanya sekedar berupaya menyadarkan para wajib pajak (WP) untuk memenuhi kewajibannya, opsgab yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah yang bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan jajaran aparat penegak hukum, tadi malam mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk BNN Kota Malang sendiri.
Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto dalam keterangan tertulis yang diterima Malangtoday.netmenyebutkan, untuk mengimplementasikan Peraturan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pihaknya tak bisa bekerja sendirian.
“Upaya ini membutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh komponen masyarakat. Termasuk halnya dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum serta jajaran samping. Tak akan berjalan efektif pula jika tanpa dukungan seluruh warga dari segala lapisan masyarakat,” urainya.
Menurut Bambang, dilakukannya operasi simpatik demi upaya pemberantasan peredaran narkoba juga sesuai dengan visi dan misi yang diusung Walikota Malang, HM Anton untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Bermartabat.
“Seperti disampaikan Pak Ade, kami juga ingin memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada para orangtua yang anak-anaknya bersekolah atau kuliah di Kota Malang. Termasuk menjaga image positif Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang bebas narkoba demi membentuk generasi muda harapan bangsa,” tukasnya.
Dukungan nyata juga diberikan Paguyuban Persaudaraan Malang Raya (PPMR) yang sedari awal berkomitmen ikut mensukseskan Opsgab Dispenda dan BNN, kaitannya dalam memberantas peredaran narkoba di Malang Raya.
“Sudah pasti kami akan terlibat aktif dalam Opsgab kali ini, karena pada dasarnya PPMR menjadi motor Arek Malang dalam gerakan memerangi narkoba demi mewujudkan Bhumi Arema bebas narkotika dan obat-obatan terlarang!” seru Ketua PPMR, Hadi ‘Bagong’ Slamet.
Support dan apresiasi positif juga hadir dari klub sepakbola Arema Cronus sebagai klub kebanggaan dan pemersatu generasi muda di Malang Raya.
“Kami mengapresiasi dan sangat antusias dengan adanya operasi gabungan ini, karena pada dasarnya
Arema Cronus juga turut andil dalam mengkampanyekan dan menghindarkan bahaya narkoba bagi para atlet sepakbolanya,” tutur Manajer Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.
“Karena kebetulan Arema juga membina adik-adik usia remaja melalui Akademi Arema tentang bahaya narkoba dan salah satu solusinya adalah mendistribusikan energi melalui aktifitas sepakbola untuk menjadi pemain yang berkualitas. Mending bal balan daripada bermain narrkoba, dengan sepakbola kita sehat berprestasi,” lugas mantan wartawan ini.
Tak kurang dari 20 objek tempat hiburan menjadi sasaran Opsgab yang berlangsung tadi malam. Diawali pada Sabtu malam, lalu operasi dilanjutkan Minggu malam, masih dengan sasaran tempat hiburan, mulai dari cafe, restoran, karaoke hingga arena permainan bilyard.
Acungan jempol lantas diberikan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim. Menurutnya, digelarnya Operasi Gabungan Sadar Pajak dan Bebas Narkoba ini bakal menghadirkan dampak nyata berupa manfaat positit bagi Kota Malang.
“Ini sinergi yang klop dan jitu. Efeknya bakal sangat mengena, utamanya bagi perekonomian dan pembangunan Kota Malang ke depan. Karena dengan adanya operasi simpatik pemberantasan narkoba, maka akan membatasi ruang gerak peredaran barang-barang haram tersebut. Hal itu tentu menjadi garansi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dalam menikmati fasilitas-fasilitas di berbagai tempat hiburan di Kota Malang,” urai politisi PDIP tersebut.
“Dampaknya, kami harapkan situasi kondusif ini bakal memancing para investor dari luar untuk menanamkan modal dan investasi bisnisnya di Kota Malang, sehingga otomatis juga akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari situlah, pungutan pajak daerah juga semakin dapat dimaksimalkan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan pembangunan daerah,” timpal Hakim.
Pendapat itu diiyakan oleh anggota Komisi B, Ya’qud Ananda Gudban. Politisi wanita dari Partai Hanura ini bahkan memuji betapa inovasi yang dilakukan Dispenda bersinergi dengan lintas elemen dan jajaran samping dapat menghasilkan manfaat hebat.
“Dispenda kembali membuktikan bahwa inovasi mereka tak pernah surut. Gagasan menggabungkan operasi taat pajak dan razia narkoba mampu diaplikasikan berbarengan, efektif dan menghasilkan manfaat yang luar biasa. Antara melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, menciptakan situasi kondusif di Kota Malang, serta meraih keuntungan demi terus menggenjot pemasukan dari sektor PAD benar-benar layak diapresiasi dan terus didukung peuh,”  pungkas anggota dewan yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Malang ini.

Berikan tanggapan Anda