MALANGTODAY.NET – Kids zaman now, tahu nggak sih apa itu Sumpah Pemuda? Buat kalian yang belum paham atau memang ingin mencari tahu, berikut ini sederet fakta tentang Sumpah Pemuda yang wajib kalian ketahui!

Berdasarkan penuturan dosen muda Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Ronal Ridho’i, M.A., Sumpah Pemuda ini merupakan salah satu tonggak investasi keberhasilan Kemerdekaan Indonesia loh, guys! Di mana ada banyak pemuda pada era 1900-an berkumpul menjadi satu, untuk meraih kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Di situlah, peran para pemuda terus dimunculkan,” katanya pada MalangTODAY.net.

Pasca merdeka, hari Sumpah Pemuda itu pun menjadi tonggak sejarah yang selalu diperingati sampai sekarang.

Masyarakat berpendapat, jika hari Sumpah Pemuda pertama kali diperingati pada 28 Oktober 1928. Namun dari beberapa sumber menyebutkan, jika istilah Sumpah Pemuda pertama kali baru dimunculkan pada 28 Oktober tahun 1954.

Istilah itu muncul saat Presiden Soekarno bersama Moh. Yamin membacakan Ikrar Pemuda dalam Kongres Bahasa. Secara spontan, para wartawan yang hadir saat itu dan juga Presiden Soekarno menyebutnya sebagai Sumpah Pemuda.

Sementara pada tanggal 28 Oktober 1928, menurut Ronal merupakan ikrar ke dua para pemuda dari seluruh penjuru Indonesia, yang dikenal dengan istilah Kongres Pemuda ke dua.

Sedangkan Kongres Pemuda pertama dilakukan pada tahun 1926. Kala itu, para pemuda mulai merumuskan tiga ikrar yang kini kita kenal sebagai Sumpah Pemuda.

“Otak dibalik ikrar itu adalah Moh. Yamin, yang didukung oleh pemuda dari berbagai daerah di Indonesia,” tambah pria asal Mojokerto itu.

Terlepas dari pesan cinta pada tanah air dan rasa persatuan serta nasionalisme, proses terbentuknya ikrar Sumpah Pemuda menurut Ronal menyimpan makna yang lebih dalam. Dalam suasana yang memanas dan genting, pola fikir cerdas dari para pemuda saat itu patut dijadikan sebagai contoh positif.

Karena di tengah tekanan yang luar biasa dari para penjajah, para pemuda dengan latar belakang agama, suku, budaya, dan ideologi yang berbeda dapat bersatu. Mereka menyingkirkan kepentingan dan ideologi masing-masing dan bersatu untuk menjalin sebuah kebersamaan.

Hal itu lah yang saat ini menurutnya perlu untuk diingat. Karena tak bisa dipungkiri, jika masih ada anak muda yang saat ini masih sering disibukkan dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Sebuah konflik yang tak seharusnya menjadi perdebatan lagi. Karena pada dasarnya, Indonesia dibangun atas dasar keberagaman.

“Kita harus ingat, bahwa Ikrar Sumpah Pemuda dilaksanakan oleh pemuda dari berbagai daerah. Termasuk pemuda Tionghoa,” paparnya panjang.

Menurutnya, menjadi sebuah kemunduran jika pemuda saat ini tak belajar dari pengalaman para pendahulunya. Jika pemuda hanya disibukkan dengan isu SARA dan mengedepankan ideologinya masing-masing, maka bangsa yang dibangun atas pertumpahan darah dari banyak golongan ini, akan tertinggal dengan negara tetangga.

“Kita patut malu jika itu terus terjadi. Pemuda di negara tetangga sudah berfikir tentang masa depan, pemuda kita sibuk dengan isu yang tak semestinya dipermasalahkan,” kata Ronal sembari tersenyum.

Nah, itu dia guys sederet fakta di balik tercetusnya Hari Sumpah Pemuda. Menurut kalian gimana? Sudahkah kita turut andil dalam menjaga komitmen yang sudah dicetuskan oleh para pemuda pendahulu kita?

Yuk, kids zaman now jangan mau kalah ya! Terus berprestasi dan membuat sesuatu yang berharga untuk bangsa kita, bangsa Indonesia.

Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kids Zaman Now! (Pit/Ans)

Loading...