Kais Rezeki, Driver Ojek Online 'Kucing-Kucingan'
Ilustrasi Ojek Online @MalangToday.net/istimewa

MALANGTODAY.NET – Pasca demo besar-besaran oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang, aktivitas transportasi online terlihat senyap sepi. Tidak satupun driver online lengkap dengan atributnya terlihat melintasi di jalanan dan sudut kota seperti biasanya.

Namun ternyata keadaan itu tidak seratus persen benar, karena sebagian dari driver ojek online ternyata memilih tetap mengais rezeki di jalan meski terpaksa menanggalkan atributnya kebesaran untuk sementara waktu.

Aktivitas ‘kucing-kucingan’ dengan para sopir angkutan umum (angkot) maupun ojek konvensional terpaksa dilakukan, demi pendapatan untuk keluarga yang tetap harus dihidupi.

“Sebagian ada yang narik mbak, tapi sebagian lagi memilih off dan menunggu sampai keadaan reda kembali,” kata salah seorang driver ojek online, Ugik ketika dihubungi melalui jaringan seluler, Selasa (11/2).

Demi menghindari perselisihan, mereka memutuskan untuk turun ke jalan tidak menggunakan atribut sama sekali. Selain itu juga menghindari beberapa titik rawan seperti terminal, stasiun kota dan area pusat perbelanjaan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, driver pun akan melakukan beberapa cara agar penumpang mengenalinya meskipun tanpa menggunakan atribut. Salah satunya dengan mengabarkan pada penumpang tentang baju yang dikenakan driver.

“Kalau helm, tetap kami sediakan meskipun bukan helm yang biasa digunakan,” beber pria ramah ini.

Gesekan yang sempat terjadi itu menurut pria asli Malang ini memberi dampak besar. Meski penurunan jumlah penumpang tak begitu signifikan, tapi jelas mengakibatkan ketidaknyamanan bagi beberapa pelanggannya. Tidak kurang dari 25 persen pelanggan yang biasanya order, untuk sementara waktu tidak melakukan pemesanan seperti biasa. Customer masih merasa takut, dan sebagian berpikiran bahwa ojek online tempatnya bekerja benar-benar tutup.

“Penurunan signifikan hanya terjadi ketika mahasiswa libur panjang. Karena 80 persen pengguna jasa kami adalah mahasiswa,” terangnya.

Dia pun berharap, kondisi tersebut tidak akan berlarut-larut dan dapat segera diselesaikan. Sehingga semua bisa kembali kondisif dengan aktivitasnya masing-masing.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here