dok. M. Arief Kantor DIspendukcapil Kab. Malang

MALANGTODAY.NET – Menanggapi ramainya pemberitaan tentang keluhan masyarakat soal lambatnya pengurusan e-KTP, akhirnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten (Dispendukcapil ) Malang, Purnadi buka suara.

Dijelaskan olehnya, permasalahan yang ada sebenarnya bukan pada pelayanan Dispendukcapil Kabupaten Malang. Akan tetapi justru pada ketersediaan material e-KTP yang sudah habis di seluruh Indonesia.

Dia mengungkapkan secara Nasional persediaan blanko e-KTP sudah habis dikarenakan adanya pengurangan anggaran sebesar 400 Milliar Rupiah dalam penyusunan APBN.

Untuk melayani masyarakat yang membuthkan KTP saat ini sesuai dengan edaran dari Dirjen, bahwa masyarakat yang sudah mengurus e-KTP tapi belum terlayani akan diberikan surat keterangan.

“Merujuk Surat Kementerian Dalam Negeri nomor 471.13/10231/DUKCAPIL tanggal 29 September 2016, dikarenakan ketersediaan blangko e-KTP telah habis maka sebagai pengganti akan diterbitkan surat keterangan yang kegunaan dan fungsinya sama dengan KTP elektronik,” begitu bunyi pengumuman yang ditemukan Malangtoday.net di depan kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang.

Akan tetapi surat keterangan yang dimaksud hanya bersifat sementara, karena sesuai janji Kementerian Dalam Negeri pada Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2016 ini akan ditambah 20 juta Rupiah. Sehingga bagi mereka yang sudah mengurus dan mendapat surat keterangan, diperkirakan akan bisa menerima e-KTP nya pada bulan Desember
Tentang adanya sinyalemen adanya calo yang memanfaatkan rumitnya pengurusan e-KTP kepada sejumlah media Purnadi telah membantah dengan keras. Sebab menurutnya, program e-KTP ini adalah program prioritas secara nasional.

Karena ini program prioritas nasional, dia menyangsikan ada yang berani bermain-main. Apalagi, pengeluaran blanko e-KTP didelegasikan melalui Kepala Bidang, “Hanya saja ada beberapa kemungkinan salah persepsi pada para pemohon yang datang, karena ada yang sudah mengantri dan mendapat surat keterangan sebelumnya dan saat datang ke kantor Dispendukcapil tinggal mengambil e-KTP. Jadi terkesan seperti pemohon baru,” tandasnya.

 

Berikan tanggapan Anda