siswa ikuti lomba poster

MALANGTODAY.NET  – Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah yang sangat penting, dan harus mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat. Temuan terbaru tentang tingginya Angka Orang Dengan Gangguan Jiwa  (ODGJ,jiwa beratyaitu sekitar 1,7 per 1000 penduduk yang mengalami gangguan sayangnya tidak diimbangi diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memberi perlakuan yang baik.

Yang terjadi di masyarakat justru adanya stigma dan diskriminasi dialami oleh anggota masyarakat yang dinilai berbeda dengan masyarakat umum, atau diindikasi sebagai ODGJ. Diskriminasi biasa diterima dalam bentuk pengucilan, diberhentikan dari sekolah atau pekerjaan, diceraikan dari pasangan, hingga dipasung.

Sebagai upaya menghentikan stigma dan diskriminasi yang ada, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional. Kegiatan tersebut antara lain Lomba Lukis Poster tingkat SMP dan SMA  yang digelar di Gedung Pertemuan Socrates, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jalan Panji No. 120 Kepanjen Malang, pada Rabu (12/10).

Salah seorang peserta lomba, Anto Hendra Kusuma , siswa kelas X SMA I Kepanjen Malang menuangkan gagasannya dalam sebuah kanvas yang menggambarkan bagaimana masyarakat memperlakukan ODGJ.

“ODGJ atau biasa disebut sebagai orang gila harusnya diberi ruang berkarya. Tidak malah dimusuhi apalagi dianggap aib. Saya yakin mereka punya kemampua yang lebih yang kita belum ketahui,” ujar Hendra.

Selanjutnya ia menambahkan, dalam menggambarkan harapan kepada ODGJ dia sengaja menggunakan warna-warni yang cerah. Seolah sebuah harapan akan masa depan yang baik kepada ODGJ jika kita mampu memperlakukan mereka dengan tepat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah seorang panitia yang ditemui Malangtoday.net menjelaskan tema lomba adalah Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa  dengan penekanan pada ‘Aku Juga Manusia’.  Setiap peserta harus menyelesaikan poster masing-masing di atas kanvas kosong dengan waktu lima jam. Ada 10 aspek penilaian yang ditentukan dalam lomba ini dengan tiga juri dari Dinkes Jatim, RSJ Lawang, dan dosen Fakultas Sastra Budaya UM.

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda