Bank Sampah sekolah
Bank Sampah

MALANGTODAY.NET – Jumat (30/09) pagi ini, SMKN 6 Malang secara resmi meluncurkan bank sampah hasil kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang. Tak sekedar untuk mengolah sampah menjadi lebih bernilai ekonomis, sampah yang dikumpulkan pun dapat dijadikan sebagai alat untuk membayar biaya sekolah.

Kepala Sekolah SMKN 6 Malang, Dra. Dwi Lestari, M.M mengatakan, gerakan yang sudah dimulai sejak dua bulan terakhir ini merupakan bentuk konsistensi dari sekolah untuk memanfaatkan sampah menjadi lebih bernilai ekonomis. Sehingga, para siswa nantinya dapat lebih mandiri dalam menyelesaikan biaya sekolah.

“Selama dua bulan masa percobaan ini, memang belum ada tabungan dari anak-anak yang digunakan untuk membayar sekolah, tapi ketika mereka ulet menabung, hasilnya pasti akan digunakan setidaknya untuk bayar SPP,” katanya.

Skema dari bank sampah ini, lanjutnya, siswa dianjurkan mendaftar dan membawa sampah dari rumah dalam berbagai bentuk ke bank sampah milik sekolah. Selanjutnya, setiap siswa yang terdaftar akan mendapat buku tabungan yang dapat diisi dengan rincian bentuk sampah yang dijual.

Dicontohkannya untuk sampah plastik misalnya, di dalam buku tabungan akan tercatat jenis sampah plastik lengkap dengan nominal yang telah dikalkulasikan.

“Jadi tabungannya itu senilai dengan apa yang mereka jual,” urai perempuan berhijab ini pada malangtoday.net, Jumat (30/09).

Bank Sampah
Bank Sampah SMKN 6 Malang

Menurutnya, kegiatan menabung sampah ini dikalukan tanpa mengurangi jam belajar siswa. Di mana siswa dapat bertransaksi di jam-jam tertentu, seperti waktu istirahat.

“Karena jam istirahat kan waktunya panjang, satu jam. Ada ishoma, jadi anak-anak bisa memanfaatka ln waktu yang luang,” tutur Dwi. (pit).

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda