MALANGTODAY.NET – Di era digitalisasi, akses untuk mencari pengetahuan sangat mudah. Termasuk untuk mengakses situs pornografi, bagia anak-anak dan remaja. Oleh sebab itu, perlu adanya pendampingan agar anak-anak tidak terjerumus pada bahaya gadget.

“Dalam satu hari, rata-raya anak-anak menggunakan gadget selama sembilan jam dalam satu hari,” ungkap Founder sekaligus Konselor Yayasan Peduli Sahabat, Sinyo Egie dalam penyampaian mqterinya pada Seminar Parenting yang berlangsung di MAN 3 Malang.

Menurutnya, rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi. Ketika mereka merasa penasaran dan mengetahuinya, maka mereka akan kecanduan. Terlebih, anak-anak yang telah kecanduan dengan pornografi cenderung melihat apa yang ditontonnya sebagai hal yang wajar. Karena otak anak-anak sifatnya historis, dan mereka belum dapat memilah hal yang patut ditiru fan tidak.

“Mereka berfikir, apa yang dilihatnya itu wajar. Sehingga mereka cenderung menirunya begitu saja. Itu sebabnya, tidak sedikit kasus pelecehan seksual yang dialami dan dilakukan anak di bawah umur,” terangnya.

Sinyo menambahkan, perilaku anak-anak yang selalu ingin tahu tidak boleh dihindarkan atau bahkan dilarang. Sebaiknya, orangtuan dan anak-anak diberi pengetahuan terkait sex sejak dini, dengan porsi yang tepat. Dimulai dengan pengenalan organ sex terlebih dahulu, sehingga mereka bisa memahaminya.

“Anak-anak menyatakan perasaannya itu biasa, dan jangan dibuat sebagai hal yang tabu,” beber Sinyo.

Perubahan mindset ini, lanjutnya, memang sangat penting untuk perkembangan anak-anak dimasa depan.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda