Destinasi Tidak Pertimbangkan Daya Dukung, Ini Kata Kemenpar

MALANGTODAY.NET – Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kementerian Pariwisata, Indra Ni Tua mengatakan betapa pentingnya suatu destinasi agar mempertimbangan daya dukungnya, baik daya dukung industri pariwisata itu sendiri maupun alam.

“Daya dukung terutama alam, kalau disalahi akan berdampak pada produk itu sendiri,” ujar Indra kepada MalangTODAY.net beberapa saat lalu.

Baca Juga: Sistem Kunjungan Berburu Sunrise di Bukit Penanjakan TNBTS Akan Diperketat

Indra mengatakan bahwa pariwisata massal memang berdampak pada pergerakan ekonomi, namun ketika hal tersebut mempengaruhi keberlanjutan destinasi maka akan berdampak pada menurunnya daya tarik itu sendiri.

“Target kita secara nasional itu kan 20 juta wisatawan, salah satu dampaknya adalah pariwisata massal. Tetapi pelajaran itu membuat kita berfikir bahwa ada daya dukung industri pariwisata itu sendiri,” tuturnya.

Indra juga menyampaikan bahwa dalam sebuah destinasi, daya dukung industri pariwisata dan alam harus sama-sama diperhatikan. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan akibat banyaknya wisatawan yang datang tersebut tidak seimbang.

“Pelajaran pertama kita yaitu Gili Trawangan. Ketika terkenal, wisatawan tertarik untuk kesana tapi semakin banyak yang datang tanpa mempertimbangkan daya dukung maka lama-lama daya tariknya akan menurun,” ujarnya.

Baca Juga: Bangga! Malang Menjadi The Only Pilot Project Wisata Halal di Jatim

Berkaitan dengan hal tersebut, Indra menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan destinasi yang menerapkan premium charge. Dengan diterapkannya premium charge, maka rasa penasaran calon wisatawan akan semakin tinggi.

“Jalan tengah memang sulit, tapi itu lah gunanya analisis master plan dan analisis daya dukung,” pungkasnya.


Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Raka Iskandar

Loading...