MalangToday.net adalah media online di Kota Malang yang menyuguhkan berita dengan benar

MALANGTODAY.NET – Mencuatnya kasus tertangkapnya salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten Malang dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh jajaran satuan Polres Malang Kota mengundang banyak rekasi. Salah satunya adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan menggelar unjuk rasa hari ini, di depan Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Puluhan mahasiswa yang bergerombol dengan atribut bendera dan posternya, merangsek masuk ingin menemui anggota DPRD. Akan tetapi dengan alasan keamanan, akhirnya tim Negosiator Polres Malang hanya mengizinkan perwakilan saja yang boleh masuk.

Sempat terjadi kericuhan kecil ketika mahasiswa beradu argument dengan satuan kepolisian yang berjaga. Akhirnya dicapai kesepakatan, polisi mengizinkan 20 orang mahasiswa masuk sebagai perwakilan aktivis PMII.

img_20161028_095906

Dalam pernyataan sikap dan rekomendasi yang dibacakan Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kabupaten Malang, aksi ini dilakukan sebagai bentuk refleksi Sumpah Pemuda. Menyatakan, setelah mencermati secara seksama berbagai dinamika yang terjadi pada Pemerintahan Kabubupaten Malang. PMII mengeluarkan rekomendasi kepada DPRD Kabupaten Malang.

“Salah satunya adalah mendesak ketegasan Ketua  DPRD dalam mengontrol di semua komisi, terutama komisi A. Juga mendorong DPRD Kabupaten Malang untuk aktif mengawasi dan menindaklanjuti temuan oknum pejabat yang masih melakukan pungutan liar,” ujar Muhammad Jabir, Ketua Umum PC PMII Kabupaten Malang.

Dalam seruannya, mahasiswa juga menyampaiakan selama dua tahun menjabat masyarakat, terutama mahasiswa belum merasakan terjaminnya keterbukaan informasi publik. Mereka menilai masih ada SKPD yang belum memahami tentang keterbukaan informasi. Selain itu, soal optimalisasi layanan publik juga menjadi pertanyaan serius bagi kalangan mahasiswa.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda