MALANGTODAY.NET – Menyukai sesuatu sebagai hobi memang selalu dimiliki hampir oleh setiap orang. Bahkan, karena sangking cintanya, mereka juga rela melakukan apapun demi memenuhi hasratnya itu.

Tanpa kecuali pria asal Tulungagung ini, Arif Dawak yang rela merogoh kocek hingga ratusan juta demi cintanya kepada mobil tua nan unik, Volkswagen atau VW kodok yang selalu setia menemaninya beberapa tahun terakhir.

“Ini warisan dari orangtua, dan saya sangat mencintainya,” katanya pada Malangtoday.

Gambar sisip 1

Kecintaannya itu tak main-main. Selain tetap menjaga tenaga mesin agar tetap prima, ia juga melakukan modifikasi terhadap desain interior dan eksterior mobil menjadi lebih cantik lagi. Alhasil, tak hanya menarik dengan tampilan yang lebih segar, mobilnya itu kini memiliki banyak fungsi baru yang membuat orang lain iri, dan turut ingin memilikinya.

Menurut Arif, modifikasi terhadap mobil kodok sepertinya ini rata-rata menghabiskan rupiah yang lumayan tinggi, dan tak jarang dapat menghasilkan mobil baru keluaran sekarang. Tapi sangking sayangnya terhadap mobil peninggalan sang bapak, pria bertubuh kekar ini pun memilih membelanjakan sejumlah sparepart dan kebutuhan lain untuk VW nya dibanding harus membeli mobil keluaran anyar.

“Terakhir modif, habis sekitar Rp200 juta,” tambah Arif.

Gambar sisip 2

Secara bentuk, tak ada sedikitpun perubahan yang dilakukan. Namun pada segi warna mobil dan desain interiornya banyak mengalami perubahan, dengan berbagai penambahan aksen baru. Salah satunya dengan penambahan layar besar yang terletak pada bagian jok depan mobil. Layar ini berfungsi sebagai monitor karaoke untuk menghibur perjalanan dan touring yang sering dilakukan bersama komunitasnya.

“Kalau lagi istirahat gitu, bisa diputar sebagai hiburan,” terangnya sembari menunjukkan monitor karaokenya yang terhubung dengan aki.

Selain itu, ia juga mempercantik VW kebanggaannya itu dengan warna hijau menyala dengan balutan warna orange dan kuning yang membuat tampilan eksterior mobil semakin segar. Tak kalah, di bagian interior pun ditambahkan dengan beberapa aksen lampu cantik.

Meskipun diakuinya merawat mobil kodok ini sangat tidak mudah, tapi baginya bukan sebuah masalah. Dengan tetap menjaga ketahanan mesin dan rajin memeriksa kondisinya, ia pun merasa tak keberatan.

“Kecepatan maksimalnya aja 140 km per jam. Padahal ini mobil keluaran tahu 70-an. Karena saya jaga, jadi tetap bisa melaju kencang,” ujar Arif.

Ketika disinggung perihal harga, ia sontak menjawab bahwa VW nya itu tak dijual. “Hahaha.. kalau ini nggak dijual mba, cukup dinikmati aja,” guraunya.

Meskipun saat ini harga VW dapat dikatakan terus melonjak, tapi Arif memilih untuk mempertahankannya. Di pasaran, VW paling murah dibandrol Rp 50 jutaan. Sementara paling mahal mencapai Rp 1 Miliar. Karena, populasi VW sendiri terus menciut, dan peminatnya masih sangat banyak.

“Dari tahun ke tahun, harganya pasti bakalan naik,” pungkasnya. (pit/ind).

 

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here