Jual telur

MALANGTODAY.NET – Keseriusan Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Republik Indonesia (BeKraf) menggarap Kota Malang menjadi Kota yang kreatif dan inovatif dibuktikan dengan membuka kran fasilitasi bantuan permodalan dengan nilai bunga 2,5 % per tahun untuk industri kreatif Kota Malang.

Didampingi Kepala Bappeda, Wasto, Kadisperindag Tri Widyani dan Kabag Humas Widianto, Wali Kota Malang, HM. Anton menunjuk Presiden Malang Creative Fusion (MCF), Vicky Arif H untuk memaparkan road map strategi pengembangan industri kreatif di Kota Malang.

Salah satu materi paparan yang mendapat perhatian khusus dari BeKraf adalah konsep pembangunan Malang Creative Centre (MCC) yang salah satunya difungsikan sebagai coworking space bagi para pelaku industri kreatif.

“Pembangunan atau investasi MCC jangan diletakkan pada pemikiran seperti investasi property. Yang harus mampu dilakukan Pemerintah Kota Malang dan pada khususnya MCF adalah membangun ekosistemnya dan aktivasinya,”terang Hari Sungkari, Deputi Bidang Infrastruktur BeKraf, Rabu (28/9).

Sekarang bisnis aplikasi yang dihasilkan startup menjadi trend yang mampu menarik investor. Para investor tidak menghitung nilai ekonomi produktif dari keberadaan gedung (MCC) tapi akan berhitung putaran keuntungan yang didapat dari karya aplikasi yang dikembangkan (share royalty), “Maka MCC, saya harap mampu diwujudkan di Kota Malang, poinnya dapat menghadirkan bisnis coaching, mentor startup, dan investor opportunity,” lanjut Hari.

Sementara itu, Abah Anton sapaan karib Walikota Malang menginformasikan bahwa untuk mendukung itu semua, Pemerintah Kota sudah merekomendasikan pembangunan MCC di Jalan Bondowoso, notabene aset Pemerintah Kota.

Nilai jual dan tawar ekonomi kreatif Kota Malang sendiri, seperti yang dinyatakan Presiden MCF, Vicky, sangatlah besar. Terbukti dari animasi Kota Malang pada ajang hellofest 2016 di Jakarta, terpilih dan menjadi terbaik, menyisihkan animator animator se Indonesia. (mga/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda