Cabai Masih Jadi Pemicu Inflasi Kota Malang Sepanjang Februari 2017
Pedagang Cabai di Pasar @MalangToday.net/Pipit Anggraeni

MALANGTODAY.NET – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Februari Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi tersebut dipicu oleh beberala komoditi, termasuk harga cabai yang terus meroket naik.

Kepala BPS Kota Malang, M. Sarjan mengatakan, inflasi Februari 2017 dipicu oleh beberapa komoditi mulai dari arif listrik, cabai rawit, tarif pulsa ponsel, harga mobil, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, kontrak rumah, hibgga wortel.

Sementara komoditi yang menghambat inflasi di Februari antara lain angkutan udara, beras, semen, tomat sayur, selada atau daun selada, telur ayam ras, mujair, pisang, kelapa dan bawang putih.

“Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,25 pada Januari 2017 menjadi 128.49 pada Februari 2017,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima MalangTODAY.net, Rabu (1/3).

Sepanjang Februari, menurutnya beberapa komoditas mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Mulai dari kenaikan tarif listrik karena kebijakan kenaikan perhitungan pelanggan yang pasca bayar, dan
menyebabkan kelompok perumahan, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi 1.21 persen.

Sain itu, tambahnya, meningkatnya produksi semen nasional yang lebih tinggi dibandingkan permintaan
pasar dan makin ketatnya persaingan industri semen, mengakibatkan turunnya harga semen di pasaran.

“Penyebab terjadinya inflasi Februari 2017 adalah naiknya indeks harga konsumen secara umum,” paparnya.

Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok menurutnya telah mengalami inflasi, dan satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0.78
persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0.37 persen.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1.21 persen, kelompok sandang 1.72 persen, kelompok kesehatan 0.48 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0.20
persen.

“Kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan -2.05 persen,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here