Private Sector Foundation (TPSF) menyelenggarakan kegiatan Business To Business (B2B) Meeting – merupakan ajang pertemuan pengusaha Indonesia dengan Tanzania yang memberikan peluang kerja sama ekonomi khususnya bagi industri pengolahan pascapanen kedua negara. B2B Meeting digelar di kantor TPSF sebagai wadah perkumpulan sektor swasta di Tanzania pada tanggal 8 Oktober 2019.

Acara ini merupakan rangkaian agenda kerjasama NAM CSSTC dengan Kemlu RI terkait penyelenggaraan Pelatihan tentang Teknologi Pengolahan Hasil-Hasil Pertanian. B2B Meeting mempertemukan lebih dari 10 pengusaha yang merupakan anggota TPSF bidang pengolahan pangan, dengan pengusaha Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) dalam sebuah forum B2B yang dirancang khusus dan dinamis.

B2B Meeting juga terselenggara berkat dukungan proaktif dari TPSF yang bersedia menjadi tuan rumah, dalam rangka mempromosikan industrialisasi pertanian Tanzania, serta upaya memajukan taraf sosio-ekonomi masyarakat Tanzania.  Kegiatan ini diselenggarakan di kantor TPSF.

Berbekal pengalaman dari penyelenggaraan kegiatan pelatihan di Malang dan Batu pada tahun 2018, B2B Meeting mampu memberikan dampak positif yang cukup besar yang dirasakan langsung maupun tidak langsung bagi agribisnis di tanah air.

Direktur NAM CSSTC, Ronny Prasetyo Yuliantoro mengatakan, “Pengolahan pascapanen dapat meningkatkan nilai hasil-hasil pertanian sebesar 200%.”

Turut hadir dalam kegiatan Rutta, pengusaha Tanzania yang telah berpengalaman mengadakan kerja sama perdagangan mesin pengolahan dengan sektor swasta Indonesia. Pihaknya menyampaikan bahwa permesinan buatan Indonesia memiliki harga jual yang kompetitif dengan kualitas mumpuni.

Ronny berharap ke depan, B2B Meeting menjembatani antara sellers Indonesia dengan para buyers.

Sementara itu, Diar Nurbintoro, Diplomat Utama Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI mengatakan, “Indonesia akan menyelenggarakan Trade Expo Indonesia pada tanggal 16 – 20 Oktober 2019 dan dengan senang hati mengundang pebisnis Tanzania untuk datang dan menyaksikan acara tersebut.”

Berdasarkan data dari Pemerintah Tanzania, pertanian menyumbang sekitar 30% bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara tersebut serta sekitar 60% penyerapan tenaga kerja.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.