Bupati Rendra: Asal Petani Untung Lombok Mahal Tidak Masalah
Ilustrasi Cabai (Pipit)

MALANGTODAY.NET – Bupati Malang, Rendra Kresna mengaku justru senang dengan adanya kenaikan harga cabai rawit merah yang terus melambung. Tetapi dengan catatan, kenaikan tersebut harus dapat dinikmati oleh para petani, khususnya di Kabupaten Malang.

“Asalkan petani bisa untung, sepanjang ada kenaikan saya rasa tidak masalah,” kata Rendra kepada Media, Sabtu (11/2).

Menurut Rendra, kenaikan harga yang saat ini terjadi, merupakan fenomena aneh yang diakibatkan stok cabai yang terus menyusut. Penyusutan stok terjadi akibat gagal panen yang masih terjadi hingga saat ini. Musim hujan dan hama patek menyebabkan pertumbuhan cabai terhambat dan gagal buah.

Rendra juga menyebutkan, pembenahan sistem distribusi cabai juga harus dibenahi untuk mengurangi lonjakan harga. Selain itu, managemen pasar perlu diperhatikan agar tidak terjadi penyusutan stok yang menyebabkan harga melambung.

“Yang menjadi catatan kami, saat ini memang terkait dengan pendistribusian dari cabai itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi lonjakan harga cabai, Pemkab Malang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Imbauan tersebut meminta masyarakat untuk menanam sayuran secara mandiri, termasuk cabai.

Sehingga, apabila terjadi kelangkaan, tidak kalang kabut lantaran sudah menyediakan sendiri.

“Namanya Kawasan Rumah Lestari, di depan rumah ditanam aneka sayur termasuk lombok. Jadi bisa langsung petik sendiri meski jumlahnya tidak banyak,” pungkasnya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here