Ilustrasi bully pada kaum difabel @ MalangTODAY
Ilustrasi bully pada kaum difabel @ MalangTODAY / Nanda Tri Pamungkas

MALANGTODAY.NET Bully adalah suatu fenomena sosial yang tidak harus terjadi dan harus diperangi. Apalagi jika kasusnya sampai melibatkan kaum difabel sebagai korban.

Tak hanya tindakan, bullying umumnya juga terjadi secara verbal atau lisan. Ditemui oleh MalangTODAY.net mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2017, Abimanyu Kurnia penyandang tuna daksa menceritakan kisahnya terkait kasus bullying.

Lelaki yang akrab disapa Abi ini menceritakan bahwa keterbatasan yang ia miliki sering dijadikan bahan olok-olok oleh teman-temannya.

Baca Juga: Mengenal Cyberbullying, Intimidasi Dunia Maya yang Begitu Mengerikan

“Umumnya bully secara verbal. Teman-teman saya sering menjadikan keterbatasan yang saya miliki sebagai bahan olok-olok,” kata Abi.

Abi juga menceritakan bahwa dia pernah melaporkan berbagai tindakan bullying teman-temannyan itu kepada guru karena telah ia anggap keterlaluan.

“Kadang sampai menjurus ke fisik. Kalau perbuatan mereka sudah keterlaluan, saya lapor guru, kemudian saya pasrah,” terang Abi lebih lanjut.

Atas penderitaannya sebagai korban bullying, Abimanyu mengungkapkan bahwa di awal perasaannya begitu sedih dan tertekan. Abi mengaku merasa jauh lebih inferior dari teman-teman yang lain karena keterbatasan yang ia miliki.

Namun di sisi lain, Abi menolak untuk menyerah begitu saja kepada keadaan. Lambat laut ia mulai menyadari bahwa beberapa niat teman-temannya hanyalah ingin bercanda.

Baca Juga: Jackie Chan hingga Lady Gaga, 8 Artis Internasional Ini Pernah Jadi Korban Bully

Lebih lanjut Abi menjelaskan tentang caranya untuk mengatasi semua persoalan bullying yang memosisikan ia sebagai korban ini.

Untuk lebih menerima dengan keadaan, Abi mencoba untuk mulai bersosialisasi dan masuk lebih dalam ke dunia teman-temannya yang bukan dari kaum difabel. Dengan begitu, hubungannya dengan teman-teman yang lain menjadi lebih akrab dan peristiwa bullying semakin jarang terjadi.

Tak hanya itu, Abimanyu juga mengatakan bahwa dukungan dari keluarga menjadi kekuatan utamanya dalam menghadapi peristiwa-peristiwa sosial tersebut.


Karet Bungkus: Ilham Musyafa
Ilustrator: Nanda Tri Pamungkas
Reporter: Dwi Setyani
Penulis: Swara Mardika
Editor: Ilham Musyafa

Loading...