Bobol Mesin EDC di Malang, Warga Surabaya di Tangkap
Foto: Kaur Bin Ops dan Kabag Humas Polres Malang Kota saat dampingi Tersangka AY (yoga)

MALANGTODAY.NET – Polres Malang Kota berhasil menangkap pelaku pencurian sim card Electronic Data Capture (EDC). Hal itu disampaikan dalam rilis resminya di Kantor Mapolresta Malang, Jum’at (10/02) siang.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, tersangka berinisial AY (32) tersebut melakukan aksi bersama rekannya dengan masuk ke dalam toko Indomaret. Ia melakukan aksinya, dengan mengelabui petugas kasir toko dengan berbagai modus.

“Jadi, modus tersangka adalah membeli pulsa agar kasir bisa sibuk. Disela-sela kesibukan kasir itulah ia bisa mengambil kartu yang berada pada mesin Electronic Data Capture. Dengan kecepatan tangannya itu, sehingga kasir tidak mengetahui,” kata Kaur Bin Ops Polres Malang Kota, Iptu Nur Wasis saat didampingi Kabag Humas.

Selain itu, ia juga memiliki cara lain yakni membawa mesin yang sama dengan cara berpura-pura rusak didepan kasir sehingga menyita perhatiannya. Dari cara itu, ia berhasil mengelabui kasir sehingga dapat mengambil kartu di mesin milik toko dengan mudah.

“Cara lain yakni dengan menggunakan mesin yang ia bawa sendiri, untuk minta diperbaiki oleh kasir. Ia mengaku membeli mesin itu seharga 30 ribu dari pasar loak,” Tambahnya.

Kartu yang berhasil dicuri itu, digunakan tersangka untuk menelpon dengan dalih bisa digunakan secara unlimited. Dan rencana kartu tersebut juga akan dijual ke orang lain.

“Kartu itu digunakan untuk komunikasi secara gratis. Kata tersangka untuk kepentingan pribadi. Ia juga berniat untuk menjual dan hasilnya dibagi dua dengan temannya,” ungkap Wasis.

Tersangka berhasil ditangkap dikediamannya yang beralamat di Kenjeran, kota Surabaya. Hal ini berdasarkan hasil laporan dari pihak yang dirugikan dalam hal ini Bank BRI, sehingga dilakukan penyelidikan.

“Ada 3 toko yang dicuri, semuanya mesin BRI. Sehingga mengalami kerugian berkisar 4 juta perbulan,” tambahnya.

Akibat ulahnya, pelaku dijerat dengan pasal 362 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka lain, saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here