Ilustrasi tanah longsor © tempo

MALANGTODAY.NET – Tercatat sepanjang tahun 2018 lalu, setidaknya ada 96 kali bencana alam terjadi di Kota Batu, Jawa Timur. Angka tersebut turun dibandingkan dengan tahun 2017 sebelumnya yang mencatatkan angka 114 peristiwa bencana alam.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim peristiwa tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran lahan masih mendominasi bencana dalam setahun terakhir di wilayah Kota Batu.

Baca Juga  Hujan Seharian, Ada Dua Longsor yang Terjadi di Kota Batu

“Bencana yang sering melanda Kota Batu atau rentan terjadi yaitu tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran. Beberapa golongan bencana itu yang sering terjadi,” ujarnya (4/1/2019).

Menurutnya, kecamatan yang paling sering tertimpa bencana adalah Kecamatan Batu. Tercatat selama 2018 total ada sejumlah 64 kejadian. Sementara di Kecamatan Bumiaji 32 kejadian dan Kecamatan Junrejo 15 kejadian bencana.

“Rincian bencana terdiri dari angin kencang 25 kejadian, angin puting beliung 1 kejadian, banjir 11 kejadian, kebakaran 14 kejadian,” papar Rochim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejadian kebakaran terdiri dari kebakaran hutan dan lahan yaitu ada 14 kejadian. “Ada juga karena kegagalan teknologi yang menyebabkan kebakaran, yakni 1 kejadian. Untuk bencana lainnya, ada tanah ambles 2 kejadian dan tanah longsor 27 kejadian,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa ada pula kejadian darurat non-bencana/musibah terdiri dari atap ambruk 1 kejadian, evakuasi pendaki 4 kejadian. Serta kecelakaan paralayang 1 kejadian dan kecelakaan air 1 kejadian. Kemudian ada luapan lumpur dan sampah 1 kejadian, pohon tumbang 4 kejadian, tembok ambrol 1 kejadian, tindakan pencemaran lingkungan hidup (air dan udara) 1 kejadian, serta truk terguling 2 kejadian.

“Dampak yang ditimbulkan akibat kejadian bencana dan kejadian darurat non-bencana/musibah selama tahun 2018 lalu tercatat 6 orang meninggal, 3 orang luka-luka, dan 19 orang mengungsi,” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga  Mantap, Pusdalops BPBD Kota Batu Dulang Prestasi di Tingkat Provinsi

Untuk angka kerusakan fisik akibat bencana meliputi 6 unit rumah rusak ringan, 13 unit rumah rusak sedang, 12 unit rumah rusak berat, kerusakan infrastruktur 38 unit, dan ekonomi produktif 20 unit.

Upaya Meminimalisir Bencana

Rochim juga menambahkan, beragam kegiatan telah dilaksanakan untuk meminimalisasi jumlah bencana. Kegiatan pra-bencana tersebut telah dilaksanakan sebanyak 25 kegiatan yang meliputi pendidikan dan pelatihan, rapat kerja dan koordinasi, uji kompetensi penanggulangan bencana, mitigasi (pembersihan sungai, penanaman pohon) menghadapi bencana pada tahun 2018 lalu.

“Dan kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Batu, TNI, Polri, desa/kelurahan, perwakilan dusun RT/RW, linmas, PKK, PMI, karang taruna, siswa, mahasiswa, masyarakat dan organisasi relawan,” imbuhnya.

Baca Juga  Komunitas Peduli Malang ASLI, Kirim Bantuan Langsung dan Hibur Warga Lombok

Rochim juga menjelaskan tentang letak geografis kota Batu yang didominasi oleh daerah pegunungan, sehingga memungkinkan terjadi banyak bencana tanah longsor pada musim hujan dan kebakaran hutan saat musim kemarau.

Oleh karena itu, pada tahun 2019 ini pihaknya juga akan berfokus pada penanganan kebakaran hutan dengan penambahan fasilitas. “Semoga tahun 2019, Kota Batu dapat menurunkan indeks risiko bencana,” pungkas Rochim.


Reporter: Andika Fajar Kurniawan
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.