MALANGTODAY.NET– Meskipun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem Zonasi telah usai, ternyata hingga saat ini masih menyisakan polemik. Sebanyak 22 SMP/MTs Swasta Kota Batu meluruk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Selasa siang. (9/7/2019).

“Banyak sekolah swasta SMP dan MTS yang menurun jumlah muridnya. Tak tanggung-tanggung bahkan ada yang belum menerima murid hingga saat ini,” jelas MKKS SMP dan MTS Takim MPd. Ia juga menjelaskan turunnya angka pendaftar di SMP Swasta rata-rata hingga 50 persen.

Tak hanya itu saja, Takim menuturkan DPRD Kota Batu juga harus mengkaji kembali terkait wacana mendirikan SMPN 7 Kota Batu di Kawasan Junrejo. Sehingga sebelum pengerjaan pembangunan SMPN 7 Kota Batu tersebut dilaksanakan secara real maka anggota DPRD juga sudah menimban dampak-dampak selanjutnya.

“Karena tanpa ada sekolah baru, seluruh lulusan SD/MI di Kota Batu bisa tertampung semua,” imbuh Takim. Ia juga menerangkan pada PPDB sistem Zonasi kali ini jumlah lulusan SD/MI yang lulus mencapai 3.124 siswa dan jumlah kekurangan SMP/MTS swasta mencapai 759 siswa.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua PGRI Kota Batu Samun S.Pd ketika diwawancarai oleh wartawan. “Kalau rombongan belajar (rombel) memiliki batas maksimal 10 ya jangan ditambah. Apalagi menambah sekolah negeri, tentu khawatir karena kasihan sekolah swasta kalau harus tenggelam saat di tengah jalan,” tandasnya.

Pewarta : Choirul Anwar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto : Choirul Anwar

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.