Full Day School, Masih Perlukah Bimbel?
Ilustrasi Full Day School (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Kabar soal penolakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu terhadap kebijakan full day school telah didengar pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu.

Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Eddy Purnomo meluruskan, terkait kebijakan full day school yang menuai pro dan kontra beberapa waktu lalu tersebut sifatnya memang tidak saklek.

“Kebijakan itu memang tidak ansih atau saklek, bahwa pihak sekolah kudu mewajibkan penerapan full day school,” ungkapnya kepada Wartawan.

Sebagaimana instruksi presiden, Cahyo melanjutkan, full day school pada dasarnya merupakan program pilihan.

“Membebaskan pihak komite sekolah untuk menerapkan atau tidak, disesuaikan kebutuhan anak didik masing-masing,” paparnya.

Baca Juga : Ini Alasan PCNU Kota Batu Tolak Full Day School

Menurutnya, program full day school, memang dirasa bisa membebani aspek psikologis anak didik. Tidak semua anak didik memiliki kapasitas dan kualitas yang sama dari penggemblengan sistem belajar 8 jam sehari.

“Anak-anak juga perlu refreshing, penyegaran. Jadi tidak perlu dipaksa. Ini contoh, pelajaran Matematika di Amerika saja sudah ditiadakan, tapi disini masih saja diterapkan,” terangnya menceritakan pengalamannya menjadi seorang guru.

Eddy menambahkan, bahwa standar kualitas pendidikan tidak semata bisa ditentukan hanya dengan melalui penerapan full day school sejak dini.

Namun, penguatan karakter masing-masing orang tua di rumah juga dirasa cukup penting. “Nah penguatan seperti inilah yang ditakutkan akan menghilang andai full day school jadi diterapkan,” tutupnya.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.