Pengadaan Education Hotel untuk SMK Masih Terganjal Lahan ,Ilustrasi kamar hotel berbintang @MalangTODAY
Ilustrasi kamar hotel (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Keinginan sejumlah SMK jurusan perhotelan untuk bisa menikmati fasilitas Education Hotel (Edotel) masih menuai jalan buntu.

Meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy sempat memberi sinyal positif terkait wacana itu, namun hingga kini belum terlihat tanda-tanda realisasinya.

Dalam kunjungannya awal tahun ini, Muhadjir memang sempat meminta Pemprov Jatim untuk membuat fasilitas tersebut.

Keberadaan Edotel itu memang cukup dinanti tiga SMK di Kota Batu. Di antaranya SMK Negeri 1 Kota Batu, SMK Putikecwara, dan SMK Muhammadiyah 1 Kota Batu.

Dalam paparannya, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Hudiyono mengaku bila pembangunan Edotel tersebut butuh waktu yang cukup panjang.

Serangkaian tahapan masih harus dilakukan. Seperti pengkajian tempat, perencanaan pembangunan, dan hal-hal teknis lainnya. ”Tentu kami sangat mendukung.

Namun, pertanyaannya kenapa hingga saat ini masih belum terealisasi? Coba tanyakan Pemkot Batu sudah sampai mana kajian terkait Edotel tersebut,” kata dia saat berkunjung ke GOR Gajahmada kemarin (8/7).

Kendala pengadaan fasilitas education hotel 

Dia lantas menyebut sejumlah alasan di balik tersendatnya rencana pengadaan Edotel di Kota Batu. Salah satunya terkait alasan ketersediaan lahan.

”Kami juga masih menunggu surat pengajuan dari pihak sekolah-sekolah yang mengusulkan tempat. Jadi ya masih belum bisa dianggarkan,” tambah Hudiyono.

Dia mengaku bila sejauh ini pihaknya telah membuka keran lebar-lebar kepada Pemkot Batu dan sekolah untuk mengirim pengajuan tempat. ”Kalau pengajuan secara prosedural telah ditelaah dan dikaji, tentu kami siap,” imbuh dia.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Batu Joko Santoso mengaku bila pengajuan pembangunan Edotel memang belum dikaji secara matang.

Salah satu poinnya berkaitan dengan usulan tempat. Untuk poin itu, dia mengaku bila pihaknya telah mengajukan lokasinya di gedung bekas kantor Dinas Cipta Karya Kota Batu.

”Opsi kami selanjutnya yakni di gedung Edotel milik dinas perairan, di kawasan Punten. Itu juga masih akan kami kaji,” kata Joko

Di sisi lain, dia cukup menyayangkan hasil kesepakatan sebelumnya, yang berencana menggunakan gedung bekas kantor dinas cipta karya. Namun, seiring berjalannya waktu, kesepakatan itu pun terbentur dengan birokrasi pemkot yang tak kunjung selesai.

”Ini yang kali kedua kami ajukan tempat, memang masih belum koordinasi lebih dengan dinas perairan. Namun harapan kami hal itu dapat terealisasi,” pungkasnya.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.