Plt. Walikota Batu Punjul Santoso (azmy)
Plt. Walikota Batu Punjul Santoso (azmy)
ads

MALANGTODAY.NET – Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) kembali menjerat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu. Teranyar, dua pegawai Pemkot Batu yakni TW dan ST ditahan Kejaksanaan Negeri Kota Batu yang terjerat kasus pengadaan buku fiktif.

Pelaksana Tugas (Plt.) Walikota Batu Punjul Santoso telah mengajukan surat penangguhan tahanan yang ditujukan kepada Kejaksanaan Negeri Kota Batu per hari ini, Kamis (16/11)

“Dengan alasan, sumbangsih dan kinerja mereka sebagai leading sector masih sangat diperlukan Pemkot Batu. Apalagi ini menjelang akhir periode pemerintahan menjelang pelantikan,” ungkapnya kepada awak media.

Baca Juga: Proyek Buku Fiktif Libatkan Bappeda, Kejari Tetapkan Tersangka Baru

Dengan begitu, ia berharap pihak Kejari mengabulkan rekomendasi penangguhan tahanan tersebut.

“Semoga ada kebijakan (penangguhan) dari beliau. Tidak ada maksud mengganggu jalannya hukum. Kami jamin mereka tidak akan menghilangkan barang bukti,” jaminnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah tengah mempertimbangkan surat penangguhan tersebut.

“Saya harus meminta pendapat tim penyidik. Masih kita pelajari dan pertimbangkan faktor apa saja yang perlu diperhatikan,” kata Chusniah kepada awak media, Kamis (16/11).

Permohonan penangguhan tersebut, lanjut Nur, akan dikabulkan jika memang alasannya memungkinkan. Seperti untuk kebutuhan pelayanan publik.

“Atau ada keperluan keluarga yang meninggal kita bisa penuhi. Tapi sifatnya penangguhan kan sementara. Penahanan kan juga diperlukan untuk kelancaran sidang,” tandas mantan Kabag Ligitasi dan Non Ligitasi Biro Hukum KPK.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari telah menetapkan 5 tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku fiktif yang terjadi di lingkup Kantor Perpustakaan dan Bappeda Kota Batu tahun anggaran 2016. Dua dari lima orang tersebut merupakan ASN Pemkot Batu.(azm/zuk)