Kh. Husein Rifai Saat Memberikan Tausiyah Kepada Ribuan Jamaah Tahlil Kota Batu (azmy)
Kh. Husein Rifai Saat Memberikan Tausiyah Kepada Ribuan Jamaah Tahlil Kota Batu (azmy)

MALANGTODAY.NET –  Mengusung semangat kebangsaan dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional, Remaja Masjid Agung An-Nur bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Batu mengadakan tahlilan kebangsaan, Kamis (9/11).

Lewat tahlil kebangsaan ini, ribuan jamaah tahlil se-Kota Batu diajak untuk mengenang jasa para pahlawan dengan cara mendoakannya.

Ketua Panitia Penyelenggara, A. Chuzinka Santri menuturkan tahlilan merupakan sebuah tradisi kearifan lokal dari para leluhur pejuang kemerdekaan dari kalangan Nahdliyin.

Lewat tahlilan, jelas Chuzinka, sekaligus menjadi upaya merawat tradisi leluhur dalam menjaga semangat ukhuwah atau kebersamaan antar umat.

“Bukan hanya sekedar ritual keagamaan namun lebih kepada esensi merekatkan semangat persatuan dalam membela tanah air waktu itu. Disitulah letak kekuatan bangsa yakni persatuan,” ungkapnya kepada MalangTODAY saat ditemui, Kamis (9/11).

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua penyelenggara, Ketua Takmir Masjid Agung An-Nur dan juga Plt. Walikota Batu.

Pengajian akbar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional ini ditutup dengan tausiyah yang diberikan oleh dai kondang asal Sidoarjo, KH. Husein Riifai.

Didatangkannya KH. Husein Rifai, menurut Chuzain memang memiliki alasan khusus. Kiprah sosok Rifai dikenal sebagai pegiat keagamaan kawakan di kalangan warga Nahdliyin sejak lama.

“Dan orang-orang sini memang kebanyakan cocok sama materi tausiyah beliau. Kedatangan beliau di Kota Batu ini sudah kali kedua,” terangnya.

Lebih lanjut, terkait soal pandangan pihaknya dalam semangat ukhuwah dewasa ini dirasa cukup mengkhawatirkan. Disebabkan, di era yang serba modern ini, paham-paham radikalisme tersebar dengan bebas.

Parahnya, paham tersebut ternyata bertolak belakang dengan falsafah dasar negara Pancasila dan berpotensi menggerogoti stabilitas keamanan bangsa.

Padahal, tugas paling penting sebagai generasi pewaris bangsa hari ini harusnya turut andil dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Salah satunya dengan menjaga kearifan lokal, yakni tradisi tahlilan.

“Hanya di kalangan Nahdliyin, jamaah tahlil istighosah, paham radikalisme bisa ditangkal itu ndak bisa masuk. Karena ukhuwahnya kuat. Sebab itu kami ingin perkuat lagi ukhuwah tersebut melalui tahlil kebangsaan itu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, tradisi tahlilan merupakan satu khazanah tradisi leluhur dan menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sejak lama. Bernilai dan bermanfaat dalam menggerakkan sendi kehidupan masyarakat. Tradisi ini terhitung sudah ada sejak zaman penyebaran agama islam di Nusantara.(azm/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda