MALANGTODAY.NET – Guna meningkatkan kecintaan masyarakat, terutama anak muda terhadap lingkungan sumber mata air, Komunitas Nawakalam Gemulo beberapa waktu lalu kembali menggelar festival mata air #5. Festival yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak.

“Kegiatan ini sebagai refleksi bagaimana perjuangan masyarakat desa Bulukerto, dan juga untuk meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan, terutama sumber mata air,” ungkap ketua komunitas Nawakalam Gemulo, Aris kepada MALANGTODAY.NET.

Menurutnya, acara yang berlangsung selama dua hari, 27 sampai 28 Oktober itu telah dimeriahkan berbagai komunitas yang ada di Kota Batu. Diantaranya seperti SLB Negeri Kota Batu, Aris Percussion, dan Tahu Brontak. Sementara inti dari kegiatan itu sendiri adalah diskusi dengan tema utama “Jangan batukan mBatu”.

Diskusi tersebut, lanjutnya, diisi oleh tokoh muda dari berbagai kalangan, seperti Ketua Walhi Jawa Timur, aktivis lingkungan, dan tokoh masyarakat. Berbagai permasalahan lingkungan pun dipecahkan untuk kemudian direfleksikan oleh masing-masing individu.

“Harapannya, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin kuat dan matang,” tambah Aris.

Tak hanya itu, festival juga diisi dengan pemutaran film dokumenter mengenai Wong Gunung Mudun Embong. Dipilihnha film tersebut menurutnya, karena di dalamnya menceritakan kronologi festival mata air hasil karya pemuda Kota Batu, yang bermula dari keresahan terhadap pembangunan di kota apel itu.

nawakalam-gemulo-ajak-pemuda-cintai-lingkungan-2-copy

“Film ini tercipta ketika kami merasakan keresahan terhadap lingkungan Batu yang semakin tahun semakin berkembang pesat, tapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan” tambah Sutradara film Wong Gunung Mudun Embong, Helfa.

Berikan tanggapan Anda