Mercon Bumbung, Meriam Bambu Tradisional di Sumberejo Art Festival
Para serdadu kecil asyik menyulut meriam tradisional, Mercon Bumbung. (Azmy)

MALANGTODAY.NET – Dentuman demi dentuman terdengar menggaung keras dari sektor utara Kota Batu. Sumber suara yang sepintas mirip dentuman khas senjata meriam tersebut berasal dari gelaran Sumberejo Art Festival yang bertempat di Lapangan Desa Sumberejo, Batu, Minggu (30/4) sore.

Pantauan MalangTODAY, dentuman demi dentuman meletup dari mercon bumbung, sebuah meriam tradisional terbuat dari batang pohon bambu. Kontan, masyarakat Desa Sumberejo, khususnya anak-anak pun menyambut riuh dentuman dengan sorak-sorai gembira.

Ketua Panitia Penyelenggara, Sunarto mengatakan dihadirkannya mercon bumbung sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sumberejo atas eksistensi tradisi yang semakin tergerus zaman.

“Dentuman dari suara mercon bumbung adalah wujud dari semangat kita untuk adik-adik agar terus melestarikan kesenian tradisional,” ungkapnya.

Meriam bambu atau orang Jawa Timur biasa menyebutnya Mercon Bumbung atau Long Bumbung merupakan permainan petasan tradisional. Mercon Bumbung biasanya banyak dimainkan anak-anak kecil menjelang Bulan Ramadhan.

“Dulu sewaktu kecil, saya selalu main mercon bumbung di kuburan cina sini,” ucapnya sambil menunjukkan arah.

Ia mengatakan bahwa dirinya menyayangkan generasi muda yang lebih sering memainkan permainan modern seperti gadget daripada tradisional.

“Soal jenis permainan tradisional sebenarnya masih banyak, seperti Gogom Iwak, Truk Bambu, Plurut Sawah yang sangat menonjolkan sisi-sisi kebersamaan,” sambungnya.
Berhubung bulan puasa akan segera tiba, anda bisa mulai mempersiapkan perangkat meriam bambu terbaik anda. Selamat bermain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here