Melepas Penat di Sumber Kasinan, Surga Kecil Lereng Gunung Panderman
Suasana hening dan damai kawasan konservasi Alas Kasinan di lereng Gunung Panderman Kota Batu (M. Ulul Azmy)

MALANGTODAY.NET – Rutinitas keseharian dalam pekerjaan terkadang cukup membuat stress berkepanjangan. Dari kondisi itu, tak ada salahnya jika kita menyempatkan waktu pergi menjauh dari keramaian menuju alam yang hijau nan asri.

Salah satu tempat yang cocok untuk kembali mengheningkan pikiran itu ada di lereng Gunung Panderman Kota Batu, tepatnya di Alas (hutan) Kasinan yang terletak di Dusun Srebet Barat, Desa Pesanggrahan.

Tapi perlu diketahui, Zens Today jangan berpikir kalau ini tempat wisata. Bukan, kawasan hutan Kasinan ini merupakan kawasan konservasi sebagai salah satu daerah penyangga air yang wajib dilindungi.

Namun karena adanya kesadaran tinggi dari para warga sekitar untuk menjaga ekosistem, kawasan ini dilakukan peremajaan dengan cara dipercantik dengan tujuan untuk melestarikan wilayah penyangga air ini.

Seperti diketahui, kawasan hutan Kasinan ini merupakan kawasan sumber air utama yang menghidupi seluruh warga Desa Pesanggrahan yang rata-rata berprofesi petani dan peternak sejak lama.

Ketua Komunitas Sadar Alas Nanang mengatakan, terhitung mulai pertengahan 2000an kondisi hutan mulai tidak terawat, banyak pohon tumbang berserakan tak tertata. Hal ini semakin diperparah dengan semakin menurunnya pasokan debit air mencapai 50 persen dari waktu ke waktu.

Jika hal itu terus terjadi, ancaman kerusakan alam dan keberlangsungan hidup warga akan terus membayang dan menjadi kenyataan.

Oleh sebab itu, lanjut Nanang, para pemuda sekitar yang peduli menggagas terbentuknya kelompok mandiri bernama ‘Komunitas Sadar Alas’ sebagai penjaga gawang dalam keseimbangan ekosistem mulai pertengahan Agustus 2017.

Kemudian, mereka melakukan kerja bakti babat alas mempercantik, menata dan meremajakan kembali kawasan hutan lindung ini.

“Tujuan kawasan ini kita percantik sebagai daya tarik orang-orang meningkatkan kesadaran lingkungan. Awalnya cuma pengen ‘ngerumat’ alas, biar massif salah satu daya tariknya bikin kayak gini, tapi tetap tujuan utamanya untuk konservasi alam, bukan untuk wisata,” papar Nanang kepada MalangTODAY saat ditemui.

Ketika MalangTODAY berkesempatan untuk mengunjungi lokasi, tampak kawasan sebelum menuju lokasi coban tampak ditata sedemikian rupa. Kawasan itu menjadi semacam taman hidup, berkat adanya bendungan buatan dari aliran air sumber.

Pada bendungan itu, juga disebar bibit ikan berbagai jenis. Tampak kincir air dan pancuran buatan dari bambu juga terpasang memperindah suasana asri hutan. Cocok bagi kamu yang ingin menenangkan pikiran.

“Setelah banyak masyarakat yang tertaik berkunjung kesini, bisa kami libatkan untuk berpartisipasi menjaga hutan lindung ini. Misalnya, kami minta sumbangan bibit pohon,” harapnya.

Dengan begitu, Komunitas Sadar Alas ini berharap gerakan lingkungan ini menjadi semakin massif. “Menyeluruh semua elemen masyarakat, baik muda atau tua juga memiliki kepedulian merawat alam untuk generasi anak cucu kita,” tutupnya.

Loading...