MCW Desak APH Dalami Aktor Dugaan Aliran Dana 28,9 M Pembangunan GOR
Badan Pekerja MCW seuasai melaporkan tindakan pidana korupsi ke Kejari Batu (Istimewa)

MALANG TODAY.NETMalang Corruption Watch (MCW) menyoroti dugaan aliran dana sebesar 28,9 M untuk pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Gajah Mada Kota Batu. MCW mengambil sikap tegas untuk mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) lebih gesit mendalami kasus ini.

MCW menemukan dana tersebut mengalir ke beberapa pihak, diantaranya ke lembaga yudikatif, eksekutif dan legislatif. Oleh karena itu MCW akan melakukan riset internal kemudian akan diberitahukan ke media.

“Selama ini kita ketahui bahwa diduga penerimaan aliran dana itu mengalir ke pihak-pihak lain, seperti DPRD, Pemkot Batu dan Kejari Batu,” ungkap Ketua Komite MCW Kota Batu, Bayu Prasetya, beberapa di Kejaksaan Negeri Batu.

Kasus ini, lanjut Bayu butuh keseriusan dari APH untuk menyelidikan dan mengungkapkkannya. Kalau tidak, korupsi di Kota Batu akan semakin merajalela.

“Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan untuk melakukan penyelidikan terkait soal siapa saja penerima dana itu,” tegasnya.

Banyak Aktor yang Terlibat?

Sementara itu, Wakil Koordinator MCW, Atha Nursasi mengungkapkan MCW belum banyak melakukan kajian soal kasus dugaan aliaran dana tersebut. Namun, pihaknya menilai ada banyak aktor yang terlibat. Buka hanya tiga pihak yang telah disebutkan di atas. Baginya, ada potensi di sektor lain juga terlibat dalam aliran dana tersebut.

“Kita juga belum banyak mengkaji soal itu. Akan tetapi, sebenarnya kalau memang dugaan aliran dana itu sampai ke sana (yudikatif, eksekutif dan legislatif) kan di dalam kasus korupsi itu menjadi hal wajar. Artinya kasus itu ada banyak aktor yang terlibat, terutama pengusaha dan lain, karena berkaitan dengan kepentingan pembangunan dan juga berbagai macam proyek yang sudah dianggarkan,” paparnya.

MCW menyebut kasus semacam itu merupakan hal wajar di dalam konteks atau kondisi korupsi. Sebab, kasus-kasus tersebut bukan hanya ada di Kota Batu saja, melainkan juga di beberapa daerah.

“Hampir di semua daerah ada. Memang problem-problem semacam itu kerap sekali terjadi,” pungkasnya.

Mengenai persolan tersebut, tambahnya masyarakat berharap agar segera diselesaikan, terutama berkaitan dengan persoalan hukum. Untuk itu, Para Aparat Penegak Hukum di daerah diharapkan berperan aktif.

“Jadi tidak boleh ketika misalkan ada dugaan kuat keterlibatan eksekutif dan legislatif di dalam proyek pengerjaan pembangunan dibiarkan saja,” ujarnya.

MCW juga mendorong agar masyarakat ikut mengawasi, sehingga kasus korupsi diberantas. Demikian pula peran media dalam sebagai garda depan menyampaikan aspirasi publik demi meminimalisir kasus korupsi yang terjadi.

“Teman-teman media juga harus banyak meliput. Kita berharap, bahwa dimana keterlibatan semua orang terutama pada institusi formal semacam kepolisian dan kejaksaan itu turut mengambil peran. Sejauh ini, soal pemberantasan korupsi di Kota Batu masih sangat minim. Untuk itu diperlukan ketegasan dari APH terkait, demi untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu kedepannya,” bebernya. (Arb/end)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.