Majukan Sentra Pertanian, Pemkot Batu Sukses Tekan Harga Bawang Merah
ilustrasi @istimewa

MALANGTODAY.NET – Turunnya harga bawang merah di pasaran Kota Batu dianggap sebagai keberhasilan Pemkot Batu dalam memajukan sentra pertaniannya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pedagang Pasar Besar Kota Batu, harga bawang merah yang semula berkisar Rp 36 ribu hingga Rp 40 ribu perkilo sekarang turun di harga antara Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu perkilo.

Sekretaris Dinas Pertanian, Hendri Suseno mengungkapkan berkaca dari tahun lalu, harga bawang merah sempat mengalami kenaikan harga yang cukup pesat, sementara produksi petani bawang merah melesu akibat anomali cuaca.

“Dari sini akhirnya banyak mendatangkan bawang impor dari China maupun Thailand. Hal ini sempat mempengaruhi tingkat inflasi secara nasional,” ucapnya

Beranjak dari permasalahan ini, ia melanjutkan, instruksi dari Kementerian Pertanian untuk menekan laju bawang impor di tahun 2017 ini bisa dianggap berhasil.

“Adanya instruksi menteri pertanian tentang penggencaran swasembada pangan untuk memproduksi sendiri bawang merah sudah mulai terlihat hasilnya,” ujarnya.

Meski tidak dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah namun, ia melanjutkan, Kota Batu masih memiliki beberapa daerah penghasil bawang merah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Sentra produksi bawang merah di Kota Batu banyak dijumpai di kawasan Pendem, Junrejo, Torongrejo,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Pemkot Batu menanggapi secara serius keluhan petani atas rentang harga yang terlalu lebar antara petani dan konsumen. Pihaknya mengakui, dalam upaya memutus rantai distribusi pertanian yang terlalu panjang membutuhkan waktu yang lama.

“Untuk sementara ini, Pemkot Batu berharap dengan adanya Pasar Murah yang diadakan setiap minggu di tahun 2017, bisa memberikan kelegaan bagi para petani,” tuturnya, Jumat (5/5).(azm/zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here