Bikin Geram, Sampah di Sungai Brantas Terus Bertambah!
Kondisi DAS Brantas kini cukup memprihatinkan @azmy

MALANGTODAY.NET – Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas diketahui semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Hal ini diperkuat setelah murid SMPN 05 Kota Batu bersama Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) melakukan sejumlah pengambilan sampel penelitian serangga air, Rabu (7/6).

Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi menengarai tercemarnya kualitas air sungai ini oleh karena aktivitas pertanian menggunakan pestisida.

“Pestisida kan membunuh serangga, limbahnya yang dialirkan ke sungai akhirnya turut memusnahkan larva capung yang artinya air brantas kita ikut terkontaminasi zat kimia,” tegasnya ditemui MalangTODAY, Rabu (7/6).

Itu belum soal perilaku membuang sampah sembarangan dari masyarakat hulu. Seperti diberitakan sebelumnya, Prigi melanjutkan, kondisi sungai hulu, salah satunya di Jurang Kuali sangat memprihatinkan.

“Sampah-sampah anorganik mulai tampak menumpuk di sekitar sungai.” pungkas pria berkacamata ini.

Ditemukannya ikan berkelamin ganda di sungai hilir juga turut meresahkan sejumlah pihak. Ikan berkelamin ganda ini terjadi akibat terlalu banyaknya senyawa DDT dan TCB yang mengandung hormon estrogenik (mengandung sel ovum) mengaliri sungai.

“Hal ini mengakibatkan ikan tidak bisa bereproduksi,” jelasnya.

Seperti diketahui, parameter kualitas air sungai yang baik ditentukan dari kesehatan ekosistemnya, salah satunya dari populasi serangga air. Berdasarkan data sensus 2009, 16 serangga air jenis capung masih ditemukan, namun ketika dilakukan penelitian pada Rabu (7/6) kemarin, hanya ditemukan sejumlah 1 jenis capung.

Dikatakan, fenomena ini menjadi preseden buruk bagi keberlangsungan ekosistem DAS Brantas yang menghidupi 14.000 lebih jiwa di Kota Kabupaten Jawa Timur.(azm/zuk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.